Mudik Dilarang Tapi Boleh Wisata, Ketua Satgas Singgung Soal Gas dan Rem Pengendalian Wabah COVID-19
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo menyinggung kembali soal gas dan rem pengendalian wabah. Ia juga mendorong pemda proaktif menindak tempat-tempat wisata yang melanggar protokol kesehatan.

WowKeren - Pemerintah melarang masyarakat untuk mudik pada 6-17 Mei 2021 dengan dalih menekan penyebaran wabah virus Corona. Namun pemerintah malah mengizinkan pembukaan tempat-tempat wisata yang sontak menyebabkan larangan mudik menuai pro dan kontra.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta semua pihak untuk fokus mengendalikan angka kasus positif maupun kasus aktif. Menurutnya jika larangan mudik ini berjalan efisien, maka pertumbuhan kasus aktif setidaknya bisa dikurangi.

"Kalau momentum ini bisa dipertahankan sampai akhir pengetatan mudik," kata Doni ketika mengisi sebuah diskusi virtual, Sabtu (15/5). "Paling tidak sampai awal Juni, maka pertumbuhan kasus aktif bisa kita kurangi."

Sedangkan terkait pembukaan tempat wisata, Doni menegaskan agar pemerintah daerah memainkan peran pemantauan secara ketat. Apabila protokol kesehatan tak bisa dipenuhi dengan baik, maka Doni mendorong agar dilakukan tindakan tegas dengan penutupan sementara misalnya.

Secara spesifik, Doni menyoroti kapasitas maksimal dari sebuah tempat wisata. "Mohon kiranya daerah inisiatif, jangan sampai dibiarkan aktivitas publik di tempat wisata melampaui 50 persen," tegas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu.


"Kalau membahayakan keselamatan masyarakat ditutup saja," imbuhnya. "Bicara yang terbuka kepada pengelola dan kita harapkan pengelola pariwisata bisa kerja sama."

Kebijakan-kebijakan ini, tutur Doni, rupanya dirasa telah sesuai oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Doni, Jokowi mengibaratkan kebijakan ini selayaknya gas dan rem pengendalian wabah COVID-19 yang telah sesuai setelannya.

"Pak Presiden mengatakan setelannya saat ini sudah pas antara gas dan rem, ini yang harus kita jaga," tutur Doni. "Oleh karena itu, kepedulian daerah untuk taati semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat ini betul-betul kita harap bisa terlaksana."

Sebagai penutup, ia berharap supaya penanganan COVID-19 bisa berjalan konsisten. Cara pengendaliannya pun sejatinya sederhana, yakni untuk selalu mematuhi protokol kesehatan serta saling mengingatkan agar kepatuhan serupa dilakukan dengan disiplin di lingkungan.

"Hanya dengan saling ingatkan kita bisa kurangi risiko dan insya Allah bisa kendalikan kasus COVID," pungkasnya. "Kalau seandainya baik sampai akhir Juni berjalan terus sampai Agustus pertengahan mungkin bisa jadi kado bagi perayaan HUT kita."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts