Ardhito Pramono Buka-Bukaan Alasan Banting Stir Dari Jalur Indie, Ungkap Perbedaannya
Instagram/ardhitopramono
Musik

Ardhito Pramono sebelumnya dikenal sebagai penyanyi indie. Kepada Ryan Ekky Pradipta, Ardhito mengungkapkan alasan masuk label besar beserta perbedaannya.

WowKeren - Sebelum ini, Ardhito Pramono adalah penyanyi indie yang tidak bergabung dengan perusahaan musik besar untuk mendistribusikan lagunya. Kepada Rian Ekky Pradipta, Ardhito mengungkapkan alasan mengapa ia tidak lagi bermusik di jalur indie dan mulai bergabung dengan perusahaan besar.

"Kalau dibilang nyaman, bukan pilihan ternyata. Gue masuk major label adalah sebuah keharusan yang gue pikir gue butuh suatu badan hukum yang bisa membela gue, kalo misalkan gue ada apa-apa. Karena posisinya pada saat itu gue indie, Mas," ungkap Ardhito di kanal YoTube Rian Ekky Pradipta.

Seperti diketahui, nama Ardhito dikenal sejak merilis lagu-lagu indie. Kemudian pelantun "Bitter Love" itu menambahkan bahwa ia keluar dari label sebelumnya karena ada masalah yang cukup membuatnya kebingungan. Saat itu ia adalah korban dan sedang kebingungan dalam mencari perlindungan terhadap karyanya.

"Akhirnya ada satu major label yang, 'Oke, daripada lo kebingungan mending bareng kita. Jalani dulu. Tenang aja nggak bakal ada masalah apa-apa sama yang bersangkutan.' Dan akhirnya nggak ada pilihan gue masuk major label pada saat itu," lanjutnya.


Selain terpojok, Ardhito tidak punya teman yang bergerak di bidang musik dan dapat membantunya pada saat itu. Karena merasa tidak punya pilihan lain, akhirnya penyanyi 25 tahun itu memutuskan untuk bergabung dengan label besar dan meninggalkan jalur indie.

Saat pada akhirnya Ardhito bergabung pada label besar, ia mengaku tidak dijanjikan jumlah besar. "Gue juga murah banget sih sebenernya masuk Sony. Maksudnya, murah banget, gue diajak meeting. Murah tuh kayak gue nggak ditawarin advance royalti yang berapa, nggak," bebernya.

Ketika ditanya apa bedanya menjadi penyanyi indie dan berlabel besar, Ardhito menjawab, "Perbedaannya, sebenernya, kalo misal di label yang multinasional, ngebawa multinasional itu nggak kerasa buat gua. Karena kalo misal multinasional, what a multinasional should do buat artisnya itu mungkin menjual lagu-lagu ke luar negeri. Atau bisa mempertemukan artis luar ke Indonesia, itu sudah dilakukan major label gua."

"Sampe sekarang pun gue kenal sama artis Sony di Singapura, di Malaysia. Gue kenalan sama Cosmo Midnight. Itu yang nggak pernah kita dapetin kalo misalkan kita di indie. Bisa didapet cuman kan beda jalannya," tutup Ardhito.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts