Sempat Kritis, Eks Jubir Gus Dur Wimar Witoelar Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun
Instagram/wimarwitoelar
Nasional

Sebelumnya, Wimar Witoelar yang merupakan Jubir Kepresidenan periode 2000-2001 tersebut sempat berada dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Pondok Indah Jakarta sejak Rabu (13/5) lalu.

WowKeren - Mantan juru bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Wimar Witoelar, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (19/5) pagi ini. Mendiang Wimar meninggal dunia di usai 75 tahun.

"Terima kasih doanya untuk rekan-rekan media, teman-teman dan sahabat WW di mana pun berada. Mohon WW dimaafkan," tutur Direktur InterMatrix Communication (IMX) Erna Indriana, pada Rabu. "WW sudah pergi dengan tenang sekitar pukul 9 pagi."

Sebelumnya, mendiang Wimar yang merupakan pemilik IMX tersebut sempat berada dalam kondisi kritis dan dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta sejak Rabu (13/5) lalu. Ia didiagnosis mengalami sepsis alias kondisi medis yang disebabkan oleh timbulnya peradangan karena infeksi yang masuk dalam tubuh.

"Bisa dibilang kritis, jadi Pak Wimar Rabu masuk RS Pondok Indah dengan keadaan tidak sadar, jadi langsung ke ICU," jelas Erna kepada CNN Indonesia, Senin (17/5) lalu. "Dokter lalu diagnosanya sepsis dan multi organ-failure."


Sepekan sebelumnya, Wimar juga sempat dirawat di RS Pondok Indah karena mengeluhkan rasa sakit di lambung. Kala itu, ia juga sempat mengalami muntah darah.

Sempat diizinkan pulang pada Minggu (10/5), Wimar akhirnya kembali dibawa ke RS Pondok Indah beberapa hari kemudian karena kondisinya cenderung makin melemah. Kala itu, Erna juga memastikan bahwa Wimar tidak terpapar virus corona (COVID-19) berdasarkan tes swab PCR.

"Beliau sempat sadar, bisa komunikasi sama anaknya tapi lemah sekali," papar Erna. "Hanya di sini dokter serba salah istilahnya, karena misalnya organ satu dibetulin, efek ke organ lain."

Sebagai informasi, Wimar dikenal luas kala menjabat sebagai Jubir Kepresidenan di periode 2000-2001. Selain itu, ia juga dikenal sebagai presenter program acara Perspektif dan Selayang Pandang pada zaman orde baru.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts