Sejumlah Sekolah Di Cimahi Mulai Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka
Pexels.com/Tima Miroshnichenko/Ilustrasi
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Pembelajaran tatap muka (PTM) akan segera digelar pada bulan Juli mendatang. Seluruh pihak sekolah di Indonesia tengah mempersiapkannya, termasuk Cimahi yang telah memulai simulasi PTM pada Senin (24/5) hari ini.

WowKeren - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menetapkan kebijakan mengenai pembelajaran tatap muka (PTM) akan dimulai pada bulan Juli mendatang. Namun sebelum PTM berlangsung, setiap sekolah harus sudah mempersiapkan semuanya, termasuk melakukan simulasi PTM.

Sejumlah sekolah di Kota Cimahi, mulai dari jenjang TK, SD, dan SMP mulai melaksanakan simulasi PTM. Simulasi tersebut digelar mulai Senin (24/5) hari ini, hingga Senin (31/5) nanti.

Salah satu sekolah yang melaksanakan simulasi tersebut adalah SDN Cimahi Mandiri 2. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak sekolah seperti menyediakan sarana penunjang protokol kesehatan yakni tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan masker, serta jalur keluar masuk siswa.

Mengetahui hal tersebut, Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan pelaksanaan simulasi PTM pada hari pertama sudah sesuai dengan aturan yang telah ditentukan sebelumnya. Sementara untuk evaluasi baru bisa dilaksanakan besok Selasa (25/5).

"Hari ini Kota Cimahi melaksanakan simulasi PTM untuk TK, SD dan SMP," tutur Ngatiyana kepada wartawan, Senin (24/5). "Simulasi PTM ini dilakukan sebelum PTM Juli nanti, karena akan kagok kalau tidak simulasi dulu."


Ngatiyana menegaskan bahwa pihaknya menekankan soal penerapan protokol kesehatan selama simulasi PTM berlangsung. Misalnya sterilisasi ruangan kelas sebelum dan sesudah dipakai dan menjauhkan siswa dan guru dari kerumunan.

Selain itu, pihak sekolah juga diminta dan wajib untuk menyediakan ruang isolasi yang nantinya digunakan untuk merawat siswa yang sakit selama PTM berlangsung. Semua langkah persiapan menjelang PTM harus betul-betul diperhitungkan dengan matang.

"Sterilisasi kelas wajib dilakukan, ruangan disemprot dulu baru siswa bisa masuk setelah dipakai, disemprot lagi," lanjut Ngatiyana. "Kita siapkan ruangan isolasi juga, jadi apabila ada siswa sakit dan panas nanti diperiksa di situ, langkah ini dipersiapkan secara matang."

Selama simulasi PTM berlangsung, siswa yang diizinkan mengikuti pembelajaran maksimal hanya 15 orang setiap kelasnya. Sedangkan untuk tingkat TK maksimal hanya diperbolehkan 5 orang setiap kelasnya.

Lebih lanjut, Ngatiyana menegaskan jika dalam pelaksanaan simulasi PTM terjadi potensi kemunculan klaster baru, kegiatan tersebut akan langsung diberhentikan. "Kalau memang perlu ya bisa dihentikan, tapi kan kita sudah lakukan segala upaya antisipasi, ini fungsinya mencegah hal itu," tandas Ngatiyana.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts