Kerap Temui Curhat Siswa Rindu Pembelajaran Tatap Muka, Nadiem Makarim Dorong Pembukaan Sekolah
Instagram/nadiemmakarim
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengaku kerap mendengar atau membaca keluhan anak-anak yang ingin segera mengikuti pembelajaran tatap muka di media sosial.

WowKeren - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi(Mendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan tidak ada tawar menawar dalam pendidikan. Nadiem menyatakan bahwa sekolah harus segera dibuka kembali.

"Tentu bapak ibu sudah pahami masa depan Indonesia sangat bergantung pada sumber daya manusia," tutur Nadiem dalam acara yang disiarkan di kanal YouTube Kemendikbud RI pada Rabu (2/6). "Sehingga tidak ada tawar-menawar untuk pendidikan, terlepas dari situasi yang kita hadapi."

Mantan CEO Gojek tersebut mengaku kerap mendengar atau membaca keluhan anak-anak yang ingin segera masuk sekolah di media sosial. Kondisi tersebut, tutur Nadiem, menandakan bahwa masih banyak sekolah yang belum menawarkan pilihan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

"Ini menunjukkan bahwa masih cukup banyak sekolah yang belum memberikan opsi PTM terbatas," papar Nadiem. "Kami sebenarnya telah menyarankan kepada satuan pendidikan yang berada di zona hijau serta guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksin untuk segera melaksanakan PTM terbatas."


Meski demikian, Nadiem mengaku dapat memahami rasa kekhawatiran guru, tenaga pendidik, dan orangtua terkait pembukaan sekolah di masa pandemi COVID-19. Hanya saja Nadiem mengingatkan bahwa menunda pembukaan sekolah dapat membawa dampak panjang.

"Dengan semua pertimbangan itu, kami upayakan pendidik dan tenaga kependidikan jadi prioritas penerima vaksinasi COVID-19," tutur Nadiem. "Kerjasama ibu dan bapak sekalian untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi akan sangat membantu capaian target pemerintah dan mewujudkan cita-cita bangsa di masa depan."

Sebelumnya, pemerintah memang telah meminta agar seluruh sekolah kembali dibukan dan PTM terbatas dilakukan usai guru dan tenaga pendidik menerima vaksinasi COVID-19. Adapun proses vaksinasi ini ditargetkan selesai paling lambat Agustus 2021.

Menurut Nadiem, saat ini baru 30 persen sekolah yang menyediakan opsi PTM. Nadiem mendapati bahwa kebanyakan sekolah belum dibuka karena tidak diizinkan oleh pemerintah daerah.

Pemerintah pusat sendiri diketahui tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk pemenuhan saran dan prasarana protokol kesehatan di sekolah. Pihak sekolah didorong untuk menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dalam mempersiapkan PTM terbatas.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts