Langkah Pemprov DKI Usai BNPB Tangguhkan Pembiayaan Isolasi di Hotel
Facebook/DKIJakarta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebelumnya, Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Dody Ruswandi , menyatakan bahwa anggaran tempat isolasi mandiri untuk sementara akan ditanggung oleh Pemprov DKI.

WowKeren - Satgas Penanganan COVID-19 melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghentikan pembiayaan tempat isolasi hotel di DKI Jakarta untuk sementara. BNPB disebut hanya akan menanggung pembiayaan tempat isolasi hotel di Jakarta hingga 15 Juni 2021.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI pun telah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif untuk menjalani isolasi mandiri di masa pandemi corona ini. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria.

"Kami juga sudah mencarikan alternatif tempat-tempat yang menjadi milik Pemprov untuk kemudian dapat digunakan sebagai tempat isolasi mandiri, isolasi terkendali bagi masyarakat," tutur Riza di Balai Kota DKI pada Selasa (8/6).

Menurut Riza, alternatif tempat isolasi mandiri ini akan memanfaatkan sejumlah fasilitas Pemprov DKI. Seperti gedung, gelanggang olahraga (GOR) hingga penginapan. Riza juga menjamin bahwa penerapan protokol kesehatan akan diperketat.

"Tempat yang sudah dipersiapkan itu kan wisma-wisma yang ada di Jakarta," papar Riza. "Tempat itu sudah memenuhi syarat dan layak."


Lebih lanjut, Riza mengaku bahwa pihaknya dapat memaklumi keputusan penghentian pembiayaan tempat isolasi hotel untuk sementara. Sementara itu, Satgas COVID-19 disebutnya tengah mempersiapkan teknis perpindahan pasien dari hotel ke lokasi alternatif yang sudah ditetapkan.

"Saya kira sudah ada Satgas COVID-19 yang mengatur masalah teknis," jelas politisi Partai Gerindra tersebut.

Sebelumnya, Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Dody Ruswandi , menyatakan bahwa anggaran tempat isolasi mandiri untuk sementara akan ditanggung oleh Pemprov DKI. Namun Pemprov DKI dapat kembali mengajukan pembiayaan jika kasus COVID-19 di Ibu Kota meningkat.

"Sementara iya, karena anggaran kita sudah habis. Tapi nanti kalau memang memuncak lagi, anggaran kita sudah turun, Pemda DKI bisa minta lagi," papar Dody.

Menurut Dody, saat ini ada 31 hotel yang dibiayai oleh BNPB. 16 hotel di antaranya untuk tenaga kesehatan, dan 15 hotel lainnya untuk isolasi mandiri.

BNPB sendiri kini masih berupaya untuk melunasi tunggakan biaya isolasi hotel sebesar Rp 200 miliar. "Khusus DKI untuk hotel Rp 200.711.910.000 dan baru kita bayar talangan (uang muka) Rp 60 miliar," terangnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts