Kata Menpan-RB Soal Pertanyaan 'Alquran Atau Pancasila' di   TWK KPK
menpan.go.id
Nasional
Polemik Tes ASN Pegawai KPK

Mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengungkapkan bahwa dalam salah satu pertanyaan TWK, pegawai diminta memilih salah satu di antara Pancasila atau Alquran, dan tidak boleh memilih keduanya.

WowKeren - Sejumlah pertanyaan dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dijalani pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai syarat alih status menjadi ASN menuai kontroversi. Mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengungkapkan bahwa dalam salah satu pertanyaan, pegawai diminta memilih salah satu di antara Pancasila atau Alquran, dan tidak boleh memilih keduanya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo lantas mengaku tidak mengetahui soal pertanyaan tersebut. Sebagai informasi, TWK digelar oleh KPK dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga Kemenpan-RB turut terlibat di dalamnya.

"Saya enggak tahu. Itu bukan saya," ungkap Tjahjo di Kompleks Parlemen pada Selasa (8/6). "Yang saya tahu pertanyaan itu bukan pertanyaan kamu makan apa. Ini (TWK) semacam psikotes yang komprehensif."

Tjahjo menjelaskan bahwa pertanyaan dalam TWK tersebut disusun oleh asesor. Namun Tjahjo tidak menjelaskan pihak mana yang dimaksud sebagai asesor tersebut.

"Bukan BKN, tapi asesor," kata Tjahjo. "Tim independen."


Lebih lanjut, Tjahjo mempersilakan apabila ada pihak yang keberatan untuk menggugat pertanyaan tersebut. "Kalau mau diuji, silakan diuji. Mau digugat, silakan digugat," jelasnya.

Menurut Tjahjo, proses TWK juga turut direkam seperti pemeriksaan di KPK. "BKN gunakan pola seperti kalau saya jadi saksi di KPK, video dan rekaman ada, rekaman suara dari A sampai Z selesai," jelasnya.

Tjahjo juga menilai adanya pegawai yang dinyatakan tak lulus merupakan hal yang wajar dalam suatu tes. Meski demikian, Tjahjo mengaku tidak tahu bagaimana nasib pegawai KPK yang tak lulus TWK tersebut.

"Jangan tanya saya. Orang kan kalau tes ada dua, berhasil dan tidak," pungkasnya. "Kemarin 1.300 (pegawai KPK) lebih datang semua, ikut tes tanpa paksaan. Soal hasil tes, ada yang gagal dan tidak, itu kan wajar."

Di sisi lain, anggota Komisi II DPR RI Cornelis sempat mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjalani proses TWK saat mendaftarkan diri sebagai ASN beberapa tahun lalu. Cornelis menuturkan bahwa dirinya juga diminta untuk memilih antara Pancasila dan agama. Kala itu, Cornelis menjawab lebih memilih negara dan menilai semua pihak harus tunduk pada aturan negara, termasuk 75 pegawai KPK yang tidak lulus TWK

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts