Satgas COVID-19 Bandingkan Kenaikan Kasus Pasca Lebaran 2021 Dengan 2020, Lebih Tinggi Mana?
covid19.go.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito meminta agar kenaikan kasus yang signifikan tersebut segera ditindaklanjuti agar tidak terjadi permasalahan yang berkepanjangan.

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 membandingkan situasi pandemi corona tiga minggu pasca Idul Fitri tahun ini dengan tahun lalu. Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, mengungkapkan bahwa tampak perbedaan signifikan antara kenaikan kasus positif tiga minggu pasca Idul Fitri 2021 dengan Idul Fitri 2020.

"Di tahun 2020 kenaikannya mencapai 80,5 persen, sedangkan di tahun 2021 kenaikannya hanya sebesar 53,4 persen," papar Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube BNPB Indonesia pada Rabu (9/8). "Kenaikan pada tahun 2020 ini dikontribusikan oleh Jawa Timur, naiknya sebesar 535 persen. Sulawesi Selatan naik 293 persen. Kalimantan Selatan naik 113 persen, Jawa Tengah naik 44,2 persen, dan DKI Jakarta naik 38,4 persen."

Kenaikan Kasus COVID-19 Pasca Lebaran

YouTube/BNPB Indonesia

Menurut Wiku, kelima provinsi tersebut juga memiliki kota yang paling berkontribusi dari tingginya kenaikan kasus COVID-19. Wiku lantas menjelaskan bahwa kenaikan COVID-19 tiga minggu pasca Idul Fitri tahun ini tak setinggi tahun lalu.


"Kenaikan tahun ini dikontribusikan oleh Jawa Tengah sebesar 120 persen naiknya, kemudian Kepulauan Riau naik 82 persen," paparnya. "Sumatera Barat naik 74 persen, DKI Jakarta naik 63 persen, dan Jawa Barat naik 23 persen."

Kenaikan di tingkat provinsi tahun ini disebut Wiku tidak sebesar tahun lalu. Sebagai perbandingan, kenaikan tingkat provinsi paling tinggi tahun ini hanya mencapai 120 persen.

"Namun kita tidak bisa melihat keadaan di tingkat provinsi saja. Perlu juga memperhatikan keadaan di tingkat kabupaten dan kota," tegas Wiku. "Perlu diwaspadai bahwa kenaikan di beberapa kabupaten/kota terjadi secara signifikan. Kabupaten/kota inilah yang berkontribusi besar dalam naiknya kasus di masing-masing provinsi ini.

Lebih lanjut, Wiku meminta agar kenaikan kasus COVID-19 yang signifikan tersebut segera ditindaklanjuti agar tidak terjadi permasalahan yang berkepanjangan. Fokus penanganannya, tutur Wiku, adalah dengan menurunkan kasus sesegera mungkin dan menekan agar tidak terjadi penularan.

"Karena apabila (kasus COVID-19) di kabupaten/kota ini menurun, maka kasus nasional akan menurun pula secara signifikan," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts