Korban Jiwa COVID-19 di Tanjungpinang Meningkat 300 Persen
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, jumlah kasus kematian COVID-19 pada Maret-Desember 2020 hanya mencapai 22 orang.

WowKeren - Jumlah warga yang meninggal dunia akibat virus corona (COVID-19) di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dilaporkan meningkat lebih dari 300 persen. Angka tersebut merupakan perbandingan jumlah kasus kematian COVID-19 di bulan Januari-Juni 2021, dengan tahun 2020.

Menurut Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, jumlah kasus kematian COVID-19 pada Maret-Desember 2020 hanya mencapai 22 orang. Sedangkan sepanjang Januari-Juni 2021, angka tersebut meningkat menjadi 70 kasus. "Rata-rata yang meninggal dunia akibat COVID-19 itu memiliki penyakit penyerta," ujarnya, Kamis (10/6).

Pada Rabu (9/6) kemarin, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat COVID-19 di Tanjungpinang. Sedangkan jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 34 orang, mereka terdiri atas 19 pasien bergejala dan 15 pasien tanpa gejala.

"Total jumlah pasien COVID-19 di Tanjungpinang sejak pandemi sampai sekarang 3.654 orang," ungkap Teguh. Dari total kasus positif tersebut, 2.158 pasien dilaporkan mengalami gejala, sedangkan 1.496 pasien lainnya tak bergejala.


Selain itu, Teguh juga memaparkan bahwa 34 kasus COVID-19 baru di Tanjungpinang terdiri atas pasien perjalanan impor 1 orang, pasien kontak erat 23 orang, dan pasien tanpa riwayat perjalanan ke luar daerah dan kontak erat 10 orang. "Jumlah pasien yang sudah sembuh dari COVID-19 bertambah 45 orang, sehingga total jumlahnya menjadi 3.157 orang," paparnya.

Sebelumnya, Satgas COVID-19 Kepri mencatat jumlah pasien COVID-19 di wilayah tersebut meningkat drastis hingga 1000 persen dalam dua bulan terakhir. Ketua Satgas COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah mengatakan bahwa jumlah pasien COVID-19 pada 31 Maret 2021 hanya 486 orang. Kemudian bertambah menjadi 1.988 orang pada akhir April 2021 dan 31 Mei mencapai 4.636 orang.

Sekretaris daerah (Sekda) Kepri itu juga mengemukakan terkait dengan peningkatan jumlah pasien COVID-19 terjadi di seluruh Kabupaten dan Kota Kepri. Namun yang tertinggi terjadi di Batam, Tanjungpinang, dan belakangan ini di Karimun.

Di sisi lain, lonjakan kasus COVID-19 juga terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan Madura, Jawa Timur. Masing-masing wilayah tersebut saat ini tengah mengupayakan untuk bisa mengendalikan penyebaran COVID-19.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts