'Dikejar' Vaksin AstraZeneca Kedaluwarsa, Epidemiolog UI Usul DKI Kerjasama dengan BTS Meal
Twitter/__Stella_29
Nasional
Vaksin COVID-19

DKI Jakarta mengizinkan semua warga berusia di atas 18 tahun untuk menerima vaksin COVID-19, yang menurut Epidemiolog UI bisa dipromosikan lebih lanjut dengan BTS Meal.

WowKeren - Antusiasme warga Indonesia, khususnya para pecinta K-Pop dan BTS (Bangtan Boys) dalam menyambut BTS Meal dari gerai makanan cepat saji McDonalds jelas tak perlu diragukan lagi. Berbagai potret yang menunjukkan keramaian tak terelakkan dari penjualan menu baru tersebut sudah meramaikan media Indonesia sejak kemarin.

Meski kemudian keramaian turut disorot karena dilakukan di tengah pandemi COVID-19, Ahli Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono rupanya malah melihat hal ini sebagai peluang. Pandu bahkan menyarankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar bekerjasama saja demi menyukseskan program vaksinasi COVID-19.

Sebagai informasi, DKI Jakarta kini dituntut segera menghabiskan ratusan ribu dosis vaksin AstraZeneca yang akan kedaluwarsa akhir Juni 2021. Karena itulah otoritas setempat lantas mengizinkan semua warga di atas 18 tahun untuk mengikuti program vaksinasi, sebuah tawaran yang ternyata sampai sekarang belum menunjukkan perkembangan.

Karena itulah Pandu lantas menyarankan agar Pemprov DKI Jakarta bekerjasama saja dengan menggunakan produk BTS Meal. "Pak @ArizaPatria, kerjasama saja. Penduduk Jakarta berusia 18+ yg divaksinasi minggu ini, dapat voucher #BTSMeal," cuit Pandu lewat Twitter-nya, Kamis (10/6).

Namun tetap saja Pandu memberikan instruksi tambahan agar pengendalian wabah COVID-19 tetap terjaga. "Tapi voucher bisa tak berlaku bila tidak mengikuti perilaku kesehatan pandemi, 3M atau 5M," katanya.


"Pak @aniesbaswedan dan Pak @ArizaPatria, kita ajak kerjasama sama @McDonalds_ID agar hanya melayani pelanggan yg sudah divaksinasi dalam minggu ini dan dapat voucher pada 1 10 ribu pembeli pertama yg baru divaksinasi. @DKIJakarta @BudiGSadikin," imbuhnya di cuitan berbeda.

Namun sepertinya usulan ini akan berujung di jalan buntu. Sebab Polda Metro Jaya rupanya sempat mengimbau agar McDonalds menghapus saja promo BTS Meal demi menghindari terjadinya lonjakan kasus COVID-19 akibat adanya kerumunan.

"Kami mengusulkan kemarin supaya aplikasi yang Meal BTS itu dihilangkan dulu. Jangan sampai terjadi kerumunan seperti ini," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Kamis (10/6).

Namun permintaan Polda Metro Jaya ini masih coba ditangguhkan oleh McDonalds. "Mereka akan memperbaiki sistemnya jangan sampai terjadi kerumunan. Itu pengakuan dari hasil klarifikasi yang sudah dilakukan," tutur Yusri.

Di sisi lain, kerumunan akibat menyambut BTS Meal memang sangat disorot karena terjadi di tengah pandemi COVID-19. Sedangkan ini bukan pertama kalinya McDonalds berurusan dengan pelanggaran protokol kesehatan akibat kerumunan, setelah "perpisahan" McDonalds Sarinah beberapa waktu lalu.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts