COVID-19 RI Makin Mencekam, Satgas Ungkap Sejumlah Daerah Kini Berstatus Darurat
Flickr/minagriperu
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satgas COVID-19 mengungkap krisis yang dialami Indonesia, di mana sejumlah kabupaten/kota berstatus darurat karena pertumbuhan kasus dan tingkat keterisian ranjang RS yang tinggi.

WowKeren - Indonesia tengah dihadapkan dengan lonjakan kasus COVID-19 selepas libur Lebaran. Bahkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengumumkan sembilan kabupaten/kota yang masuk dalam kategori merah alias darurat karena terjadi kenaikan kasus sampai ratusan persen dengan angka keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit di atas 70 persen.

Yang pertama disebut Kudus, Jawa Tengah karena pertumbuhan kasus positifnya masih mencapai ribuan persen. Dengan pertambahan kasus positif mencapai 7.594 persen, kondisi BOR di Kudus sudah mencapai 90,2 persen.

Selanjutnya Kabupaten Demak juga patut diwaspadai dengan kenaikan kasus mencapai 370 persen. Namun BOR di Demak merupakan yang paling mencemaskan karena mencapai 96,3 persen.

Kabupaten Jepara melaporkan kenaikan kasus mencapai 685 persen dengan tingkat BOR sampai 88,18 persen. Ketiga daerah tersebut merupakan yang masuk zona merah, sedangkan wilayah selanjutnya masuk kategori oranye.


Di kategori oranye, daerah-daerahnya mengalami BOR di atas 70 persen namun kenaikan kasusnya tidak sampai seratus persen. Ada empat daerah kabupaten/kota yang masuk dalam kategori oranye, yakni Purwakarta, Bandung Barat, Kota Bandung, dan Blora.

Di luar kedua kategori tersebut, ada zona cokelat dengan kenaikan kasus di atas 100 persen namun BOR-nya di bawah 70 persen yang terjadi di 15 kabupaten/kota. Lalu ada kondisi kuning, di mana kenaikan kasus di bawah seratus persen dan BOR juga di bawah 70 persen yang dialami sembilan kabupaten/kota.

Namun yang turut mencuri perhatian adalah Bangkalan, Madura, Jawa Timur tidak masuk dalam kategori warna-warna tersebut. Padahal diketahui baru-baru ini Bangkalan menghadapi lonjakan kasus COVID-19 hingga para pasien terpaksa diungsikan ke Surabaya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito mengungkap bahwa sebagian besar kenaikan kasus disumbang Kabupaten Kudus. Karena itulah kenaikan di atas seratus persen harus segera diatasi diatasi.

"Caranya adalah fokus menurunkan jumlah kasus secepat mungkin dan mencegah penularan di masyarakat," jelas Wiku, Rabu (9/6). "BOR yang tinggi bisa diturunkan dengan mengonversi tempat tidur biasa menjadi tempat tidur untuk layanan COVID-19 atau bisa juga mentransfer pasien ke wilayah terdekat."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts