Donasi Fans BTS Untuk Ojol Capai Rp 200 Juta, Ketua Presidium Garda Beri Saran Ini
Unsplash/ Afif Kusuma
Nasional
Efek BTS Meal

Hingga Kamis (10/6) pukul 14.40 WIB, penggalangan dana fans BTS atas nama ARMY Indonesia di situs kitabisa.com telah mencapai lebih dari Rp 225 juta.

WowKeren - Penggemar boy group asal Korea Selatan BTS (Bangtan Boys) dilaporkan menggalang donasi untuk para driver ojek online. Penggalangan dana ini diluncurkan menyusul rilisnya kombo spesial BTS Meal di McDonald's.

Diketahui, banyak driver ojol yang mengantre berjam- jam karena BTS Meal hanya bisa dipesan melalui aplikasi online dan drive-thru. Selain sebagai bentuk ucapan terima kasih atas perjuangan para driver ojol, donasi ini juga dilakukan dalam rangka merayakan ulang tahun BTS pada 13 Juni.

Hingga Kamis (10/6) pukul 14.40 WIB, penggalangan dana fans BTS atas nama ARMY Indonesia di situs kitabisa.com telah mencapai lebih dari Rp 225 juta. Jumlah tersebut telah melebihi target donasi sebesar Rp 107 juta.

Donasi ARMY Indonesia

kitabisa.com

Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono lantas menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas penggalangan donasi tersebut. Igun pun mengingatkan agar dinasi tersebut disalurkan kepada pihak yang tepat, mengingat jumlah driver ojol di Indonesia sangat banyak.


"Kita berharap donasinya diberikan ke pihak yang tepat," ujar Igun kepada detikcom, Kamis (10/6). "Karena jumlah ojek online ini sangat banyak dan kita tidak mengetahui mana ojek online yang sudah kehabisan waktu untuk mengatre satu orderan event BTS itu dan program ini pun seluruh Indonesia tidak hanya Jakarta."

Lebih lanjut, Igun menyarankan agar pihak ARMY Indonesia memberikan donasi langsung kepada driver ojol. Namun ia juga mengingatkan risiko pelanggaran protokol kesehatan.

"Mungkin akan lebih baik nilai tersebut disalurkan dalam bentuk barang kebutuhan pokok bagi temen-temen ojek online dan dari fans BTS sendiri atau penyelenggara sendiri dan langsung memberikan kepada teman-teman ojek onlinenya," paparnya. "Itu pun juga berisiko kalau terjadi penumpukan lagi, karena sekarang kan lagi situasi darurat pandemi COVID-19."

Igun tak merekomendasikan memberi donasi tersebut kepada pihak perusahaan aplikasi dan asosiasi. Pasalnya, hal tersebut dapat menimbulkan masalah terkait pembagian donasinya kepada driver ojol.

"Kami tidak menyarankan untuk diberikan kepada perusahaan aplikasinya diserahkannya. Kepada asosiasi pun nanti dianggapnya mengambil sejumlah bantuan, tidak disalurkan, padahal disalurkan," pungkasnya. "Kami dari Garda setuju dengan sistem pemesanan memberikan apresiasi secara pribadi langsung kepada driver yang mengantar makanannya. Kami lebih setuju seperti itu, karena sudah pasti dia (ojol) yang mendapatkan order, dia yang menerima order, dan dia yang mengantar pesanan ordernya dari pemesan ini."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts