Klaster Pondok Pesantren Muncul Di Surabaya, Diduga Tertular Dari Bangkalan
Instagram/surabaya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lonjakan kasus yang terjadi di Bangkalan, Madura tampaknya telah membawa dampak ke wilayah sekitar. Belakangan klaster Pondok Pesantren muncul di Surabaya.

WowKeren - Angka kasus COVID-19 di Indonesia belakangan ini mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya lonjakan di sejumlah daerah seperti Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Satgas COVID-19 Kota Surabaya mencatat ada temuan klaster Pondok Pesantren (Ponpes). Pada klaster Ponpes itu ditemukan ada sekitar 14 santri yang dinyatakan positif COVID-19. Hal ini bermula saat ada santri di Ponpes yang tertular temannya dari Bangkalan.

Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Laksamana Pertama TNI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan bahwa klaster itu didapatkan dari pengembangan tracing dari dua santri penyekatan di Suramadu. Ia mengungkapkan saat dilakukan tracing itulah yang akhirnya menemukan ada 14 orang santri positif COVID-19.

"Klaster pondok di wilayah Surabaya, didapatkan dari pengembangan dua orang santri yang ter-tracing pada penyekatan di Suramadu," tutur Nalendra di Surabaya, Kamis (10/6). "Setelah terkonfirmasi positif, maka dilakukan pengembangan tracing dan swab PCR kepada semua santri pondok dengan mendapatkan hasil 14 orang dinyatakan positif COVID-19."


Nalendra menyampaikan bahwa 14 orang santri itu memiliki nilai CT value di bawah 25. Selanjutnya, 14 orang santri itu dibawa ke RSLI untuk mendapatkan perawatan. "Untuk itu, supaya menjadi perhatian khusus bagi semua pihak," imbuh Nalendra.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih terus melaksanakan tracing. "Ketika kita melihat dari apa yang disampaikan teman Satgas, dari pondok pesantren itu ada indikasi tertular rekan-rekannya yang dari Bangkalan, kita masih tracing lebih lanjut detailnya seperti apa," tutur Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara.

Febri mengatakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dari Bangkalan, pihaknya terus menggelar penyekatan di Suramadu. Dalam penyekatan itu juga dilakukan tes swab antigen.

Berdasarkan data yang diterima Febri, ada sekitar 120 masyarakat Madura yang positif COVID-19. Jumlah tersebut tidak hanya berasal dari Bangkalan saja, tetapi juga dari Kabupaten lainnya di Madura.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts