Jadi Zona Merah, Kuota Vaksinasi COVID-19 Untuk 2 Hari Di Kudus Ludes Dalam 15 Menit
pixabay.com/ilustrasi
Nasional
Vaksin COVID-19

Kabupaten Kudus yang menjadi salah satu wilayah zona merah, tengah melangsungkan vaksinasi COVID-19. Dalam pelaksanaannya, kuota yang seharusnya untuk dua hari justru habis dalam hitungan menit.

WowKeren - Indonesia saat ini tengah giat melaksanakan vaksinasi COVID-19, terutama di wilayah zona merah. Adapun vaksinasi massal dilakukan dengan tujuan agar bisa segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Sehingga bisa mengendalikan penyebaran virusnya.

Salah satu wilayah zona merah yakni Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pada Kamis (10/6), Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus menggelar vaksinasi massal COVID-19.

Pada pelaksanaan vaksinasi massal tersebut, pihaknya menyediakan kuota sebanyak 500 vaksin COVID-19 untuk dua hari. Akan tetapi, kuota tersebut justru habis hanya dalam waktu 15 menit.

"Sejak kami buka jam 13.00 WIB tadi, kuota hari 250 orang telah habis, bahkan untuk kuota besok (Jumat, 11/6) langsung sudah habis dalam waktu 15 menit," tutur dr Pujianto selaku Direktur RS Mardi Rahayu kepada wartawan, Kamis (10/6). "Melihat hal ini, masyarakat sangat antusias untuk divaksin."


Pada pelaksanaan vaksinasi massal itu sempat terjadi kerumunan, akan tetapi warga bisa ditata. Kemudian warga pun antre dan berjaga jarak.

Pujianto menerangkan bahwa vaksinasi COVID-19 masyarakat umum seharusnya dilaksanakan selama dua hari yakni pada Kamis (10/6) dan Jumat (11/6). Vaksinasi tersebut dimulai pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB. Seperti yang diketahui, vaksinasi COVID-19 dilakukan dengan tujuan untuk menekan lonjakan kasusnya.

"Mulai hari ini kami melakukan vaksinasi untuk umum, usia 18 tahun ke atas. Sehubungan dengan melonjaknya kasus COVID-19 di Kudus," terangnya. "Dari pemerintah pusat telah mendistribusikan 50 ribu vaksin dan RS Mardi Rahayu mengambil porsi 5 ribu vaksin."

Dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tersebut, pihak rumah sakit juga dibantu oleh tim kesehatan daerah militer IV Diponegoro ada 17 personel membantu. Adapun personel itu terdiri dari empat dokter dan perawat. Adanya perbantuan tersebut dikarenakan pihak RS mengalami keterbatasan tim vaksinasi.

Pujianto menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi COVID-19 akan dilakukan terus-menerus dan bertahap. Setiap harinya, pihak RS akan menyediakan kuota sebanyak 500 vaksin. Kemudian dalam pelaksanaannya akan dibagi menjadi dua tim yakni shift pagi dan sore.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts