Lonjakan Kasus COVID-19 di Kudus 10 Kali Lipat Lebih Tinggi Dari Perkiraan Awal
AP Photo
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Bupati Kudus M. Hartopo mengungkapkan bahwa lonjakan kasus COVID-19 di wilayahnya saat ini hampir mencapai 2.000 kasus, meleset dari perkiraan awal 200 kasus.

WowKeren - Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami lonjakan kasus virus corona (COVID-19) belakangan ini. Di antaranya adalah Kabupaten Kudus di Jawa Tengah dan Kabupaten Bangkalan di Madura, Jawa Timur.

Bupati Kudus M. Hartopo mengungkapkan bahwa lonjakan kasus COVID-19 di wilayahnya saat ini hampir mencapai 2.000 kasus. Adapun angka tersebut meleset dari prediksi awal yang maksimal hanya berkisar 200 kasus.

"Prediksi saya kemarin setelah masyarakat divaksinasi ada titik terendah sampai 60 kasus, itu pun gejala ringan dan sedang," jelasnya dalam dialog virtual pada Kamis (10/6). "Setelah Idul Fitri, perkiraan saya paling banyak 200-an, ternyata sekarang hampir 2.000 kasus."

Menurutnya, jumlah kasus COVID-19 di Kudus saat ini telah melebihi jumlah pada periode yang sama tahun lalu, yakni 185 kasus. Hartopo menjelaskan sejumlah faktor yang dapat memicu lonjakan tersebut, salah satunya adalah masyarakat yang merasa kebal virus setelah mendapat vaksinasi. Lalu budaya silaturahmi saat libur Hari Raya Idul Fitri juga dinilai dapat melonggarkan penggunaan masker masyarakat, terutama kala menyantap hidangan Lebaran.

"Padahal vaksin hanya untuk antibodi saja agar tidak ada gejala berat," paparnya. "Saat Lebaran ada silaturahmi ke saudara. Mereka lepas masker dan menikmati sajian yang ada. Ini potensi yang luar biasa."


Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa lonjakan kasus baik di Kudus maupun Bangkalan merupakan contoh akibat dari perilaku masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. "Berbagai macam contoh kejadian yang terjadi di Kudus dan di Bangkalan yang kita tidak inginkan bersama-sama ini merupakan salah satu contoh bagaimana kalau kita abai dalam kegiatan protokol kesehatan yang benar," tutur Dante.

Menurut Dante, laju kasus COVID-19 di daerah tergantung dari tingkat mobilisasi penduduk, terlebih pasca libur panjang seperti Lebaran. Namun ia menegaskan bahwa bukan tak mungkin kondisi serupa turut terjadi di tempat lain.

"Apa yang terjadi di Kudus dan Bangkalan bukan cuma tanggung jawab dari daerah tersebut," tegas Dante. "Tetapi tanggung jawab secara nasional dari pemerintah dengan masyarakat yang akan melakukan sinergi bersama supaya kegiatan ini bisa memberikan hasil yang maksimal."

Sebelumnya, Tim Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kudus sempat mencatat adanya penurunan kasus aktif COVID-19 di Kudus sebesar 2,1 persen. Dari yang awalnya 1.987 kasus menjadi 1.946 kasus.

"Penurunan jumlah kasus COVID-19 tersebut, karena banyak yang sudah sembuh baik yang sebelumnya menjalani isolasi maupun yang dirawat di rumah sakit," jelas Pelaksana Harian Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Masut, Rabu (9/6).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts