Kasus Harian COVID-19 Di Indonesia Capai Lebih Dari 8 Ribu, Masuki Gelombang Kedua?
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Indonesia hingga saat ini masih terus berjuang melawan COVID-19. Baru-baru ini, Indonesia mencetak 'rekor baru' yakni kasus COVID-19 harian capai lebih dari 8 ribu dalam 3 bulan terakhir.

WowKeren - Virus Corona (COVID-19) masih menjadi sebuah wabah global yang menyerang negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Angka kasus COVID-19 di Indonesia sendiri saat ini terbilang masih cukup tinggi.

Seperti yang diketahui, belakangan ini sejumlah daerah di Indonesia mengalami kenaikan kasus COVID-19. Hal ini lah yang turut menyebabkan angka kasus COVID-19 Indonesia menjadi meningkat, termasuk kasus hariannya.

Dalam tiga bulan terakhir, penambahan kasus COVID-19 harian per Kamis (10/6), merupakan jumlah yang tertinggi. Adapun penambahan kasus itu mencapai 8.892 kasus dalam sehari. Sementara untuk penambahan kasus terkecil di atas 8 ribu terjadi pada 26 Februari lalu yakni 8.232 kasus per hari.

Pada Rabu (9/6), dalam tiga bulan terakhir, untuk pertama kalinya juga kasus COVID-19 mencapai 7.725 kasus. Seperti apa yang dikatakan oleh Satgas COVID-19, apabila kasus sudah mencapai di angka 7 ribu lebih, maka Indonesia masuk ke dalam lonjakan baru atau disebut sebagai gelombang kedua.


Pada 30 Januari lalu, kasus COVID-19 mencapai 14.518 kasus dalam sehari. Selanjutnya, Satgas COVID-19 lantas menyampaikan gelombang baru akan terjadi jika penambahan kasus harian mencapai setengah dari 14 ribu atau lebih dari 7 ribu kasus dalam sehari.

Di sisi lain, melihat angka kasus COVID-19 yang mengalami lonjakan belakangan ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengkhawatikan akan kembali mengancam keadaan perekonomian Indonesia. Sri Mulyani menyampaikan keadaan Indonesia saat ini berbanding terbalik dengan sejumlah negara yang berhasil menurunkan angka kasus dan mulai membangkitkan perekonomiannya.

"Kita sekarang di Indonesia menunjukkan adanya gelombang kenaikan," tutur Sri Mulyani dalam acara webinar, Jumat (11/6). "Untuk Indonesia, kita perlu melakukan kewaspadaan yang sangat tinggi."

Padahal pemerintah Indonesia telah berusaha keras untuk menggenjot pelaksanaan vaksinasi di tahun 2021 agar bisa memulihkan perekonomian nasional. Apabila pemerintah berhasil menekan angka kasus COVID-19 di tahun ini, perekonomian Indonesia kemungkinan besar bisa mulai bangkit.

"Itu bisa berjalan pada kuartal II dan akan berlanjut pada kuartal selanjutnya," terangnya. "Pemerintah tetap fokus menangani COVID-19 dan memulihkan ekonomi, itu perhatian kita saat ini, detik ini, pada hal-hal tersebut."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts