Kementerian Kebudayaan mengajak generasi muda berpartisipasi dalam lomba video 'Aku dan Budayaku'.
- Selasa, 05 Mei 2026 - 10:35 WIB
WowKeren - Kementerian Kebudayaan Indonesia resmi meluncurkan perlombaan video bertajuk "Aku dan Budayaku" sebagai inisiatif untuk mendorong generasi muda menjadi duta budaya di dunia digital. Ajang ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian anak muda terhadap museum dan situs cagar budaya di seluruh Indonesia.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sejarah yang sangat beragam. "Setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa. Saat ini, tercatat ada 313 cagar budaya peringkat nasional yang tersebar dari Aceh hingga Papua," tuturnya di Jakarta pada Senin (4/5/2026).
Pendaftaran untuk lomba ini dibuka mulai 5 Mei hingga 30 Juni 2026. Masyarakat yang berminat dapat mengakses informasi lebih lanjut dan persyaratan lomba melalui situs resmi lombaakudanbudayaku.com. Peserta diminta untuk membuat video pendek berdurasi maksimal tiga menit yang diunggah ke platform seperti Instagram Reels, TikTok, atau YouTube Shorts.
Menariknya, setiap peserta diperbolehkan untuk mengunggah hingga tiga konten berbeda di masing-masing platform. Video yang dihasilkan harus berfokus pada 20 museum dan 34 situs cagar budaya tingkat nasional, serta berbagai museum atau cagar budaya yang ada di tingkat kabupaten atau provinsi di seluruh Indonesia.
Tim Ahli Menteri Kebudayaan, Mahpudi, menekankan pentingnya orisinalitas dalam konten yang diajukan. Konten yang terdeteksi menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) akan didiskualifikasi. Meski demikian, pihaknya sangat terbuka terhadap konten yang menyampaikan kritik konstruktif. "Kami menerima konten video yang memuat kritik membangun demi perbaikan tata kelola budaya ke depan," tutur Mahpudi.
Ahmad Mahendra, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, berharap karya-karya peserta dapat meningkatkan literasi budaya di masyarakat. "Kami ingin tumbuh komunitas-komunitas baru di kalangan anak muda, seperti komunitas jelajah budaya, yang lahir dari kepedulian mereka terhadap warisan bangsa," pungkasnya.
(wk/timw)