Jadi Koki di 'Aruna & Lidahnya', Nicholas Saputra Harus Rela Tambah Berat Badan
WowKeren/Fernando
Film

Nicholas Saputra menceritakan pengalaman menariknya saat menjadi seorang koki di film 'Aruna & Lidahnya'

WowKeren - Setelah merampungkan "Ada Apa Dengan Cinta 2" pada tahun lalu, Nicholas Saputra kembali beradu akting dengan Dian Sastro di film terbaru yang diangkat dari novel karya Laksmi Pamuntjak "Aruna & Lidahnya". Pada film tersebut, Nicholas berperan sebagai seorang koki bernama Bono.

Menjadi seorang koki merupakan kali pertama pada perjalanan karier Nicholas sebagai seorang aktor. Meski begitu, Nicholas tak begitu menemui kesulitan yang berarti lantaran dirinya juga suka memasak.

"Iya ini pertama kalinya gue main sebagai chef. Kebetulan saya suka masak untuk diri saya sendiri dan untuk teman-teman walaupun tidak profesional, beda sama karakter di film ini," tutur Nicholas saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. "Tapi paling tidak saya tahu bagaimana cara masak, jadi tidak terlalu sulit lagi. Hanya bagaimana detailnya cara memotong, masak nasi itu sih yang harus dipelajari lagi."

Meski mengaku tak ada latihan khusus, namun Nicholas langsung belajar pada seorang koki sungguhan untuk mendalami karakternya tersebut. Dari koki tersebut, Nicholas mendapat banyak masukan dan melakukan berbagai pengamatan soal memasak.

"Saya nggak ada latihan khusus cuma mengamati dan cuma dua jenis makanan yang saya masak di film ini," tambah Nicholas. "Sebenernya di tempat kita syuting itu ada restoran, terus ada chefnya yang kebetulan ngasih banyak masukan dan gue juga langsung ngamatin jadinya."

Berperan sebagai koki dalam film "Aruna & Lidahnya" juga harus membuat Nicholas rela bertambah berat badan. Diakui Nicholas, berat badannya naik sebanyak tiga kilogram usai proses syuting.

"Berat badan gue naik tiga kilo," ujar Nicholas sambil tertawa. Mau tak mau, Nicholas memang harus menyantap makanan yang tak jarang cukup menambah berat badannya.

Nicholas juga menceritakan keseruan saat dirinya melihat proses pembuatan adonan mi. Menurut Nicholas, membuat adonan mi ternyata membutuhkan konsentrasi yang cukup.

"Mi kepiting. Pengen banget yang kita makan itu adalah masakan yang spesifik di tempat itu dan tekniknya turun-temurun," papar Nicholas lagi. "Jadi cara bikin bakmi itu butuh konsentrasi. Bikin mi nya saja bikin sendiri enggak beli dari orang, makanya spesifik sekali."

Film "Aruna & Lidahnya" telah menyelesaikan proses syuting yang berlangsung di dua kota, yakni Singkawang dan Surabaya. Hingga saat ini, film garapan sutradara Edwin dan penulis naskah Titien Wattimena tersebut masih merahasiakan jadwal tayangnya.

You can share this post!

Related Posts