Akibat jalan rusak, sebanyak enam desa di Kecamatan Sumur belum tersentuh oleh tim evakuasi.
- Wahyu
- Rabu, 26 Desember 2018 - 10:29 WIB
WowKeren - Sedikitnya ada 429 jiwa meninggal dan ribuan luka-luka akibat tragedi tsunami yang melanda Selat Sunda Sabtu (22/12) lalu. Hingga kini, tim evakuasi masih menyisir daerah-daerah yang terdampak.
Tsunami yang menerjang Kabupaten Pandeglang tak hanya merusak rumah warga, tapi juga bangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Hal ini menyebabkan masalah baru bagi tim evakuasi yang bertugas.
Sumur, kecamatan yang terletak paling ujung Kabupaten Pandeglang, adalah yang paling terkena dampaknya. Akibat akses jalan yang terputus membuat enam desa di kecamatan tersebut hingga saat ini masih belum terjangkau oleh tim evakuasi gabungan.
“Di sini sempat akses menjadi putus sejak pertama karena banyak jalan dan jembatan yang rusak,” kata Sutopo di kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (25/12). “Karena terjangan tsunami juga akibat material yang dibawa tsunami.”
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal paling banyak dari Kecamatan Sumur. Selain 63 korban jiwa, masih ada sekitar 8000 orang yang harus segera dievakuasi.
“Yang paling banyak meninggal di Sumur,” ujar Irna Narulita di Pandeglang, Banten, pada Selasa (25/12). “Ada 63 per siang ini yang meninggal dan hampir 8.000 orang harus kita tolong.”
Di Kecamatan sumur sendiri terdapat tujuh desa yang terkena dampak tsunami. Namun karena adanya isolasi jalan yang rusak, sejauh ini masih dua dusun yang bisa dijangkau oleh tim evakuasi yakni Dusun Panis dan Tanjung Malay yang berada di Desa Tamanjaya.
Sutopo menambahkan hingga saat ini, tim evakuasi masih terus melakukan pencarian. Untuk menolong para korban, mereka juga mendirikan rumah sakit lapangan. Adapun enam desa yang belum tersentuh adalah Desa Cigorondong, Kertajaya, Sumberjaya, Tunggajaya, Ujungjaya, dan Kerta Mukti.
“Tim evakuasi masih melakukan pencarian, mendirikan rumah sakit lapangan di sana, menangani pengungsi,” tambah Sutopo. “Sementara 6 desa yang belum tersentuh Desa Cigorondong, Kertajaya, Sumberjaya, Tunggajaya, Ujungjaya, Kerta Mukti masih memerlukan bantuan.”
Selain korban meninggal dan luka-luka, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (25/12) masih ada sedikitnya 154 orang hilang. Selain itu, sebanyak 16.802 orang telah mengungsi ke sejumlah tempat. Jumlah ini kemungkinan bisa bertambah mengingat proses evakuasi masih berlanjut.
(wk/wahy)