Fahri menganggap pendesakan Amien Rais mundur dari jabatan adalah upaya untuk menyerang Prabowo.
- Wahyu
- Kamis, 27 Desember 2018 - 09:16 WIB
WowKeren - Lima pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak Amien Rais untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Kehormatan pada Rabu (26/12). Adalah Goenawan Mohamad cs yang menilai bahwa kiprah politik yang dilakukan Amien Rais selama ini tidak sejalan dengan prinsip PAN.
“Kami mendapatkan kesan kuat bahwa Amien Rais sejak mengundurkan diri sebagai ketua umum PAN sampai sekarang, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan PAN,” kata Goenawan cs dalam keterangan tertulis, Rabu (26/12). “Seringkali melakukan kiprah dan manuver politik yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip PAN.”
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah justru menilai bahwa Goenawan cs mendesak Amien Rais mundur karena kecewa tidak bisa menguasai PAN. Sebab menurut Fahri, Amien Rais merupakan sosok kuat di PAN.
“Kelompok-kelompok ini sudah lebih dari dua puluh tahun kecewa karena mereka tidak bisa menguasai PAN,” kata Fahri Hamzah dilansir Merdeka pada Rabu (26/12). “Dan Pak Amien selalu menjadi bapak yang kuat di dalam dengan prinsip-prinsipnya yang memang merupakan akar dari reformasi.”
Fahri menambahkan bahwa terjun ke dunia politik itu artinya harus mau mendengarkan mandat dari rakyat. Dari situlah lahir perjuangan dan baru bisa menjadi pemimpin, jadi tidak hanya sekedar mengobral janji.
“Kelompok ini saya kira lama-lama akan makin hilang,” tambah Fahri. “Karena orang sekarang makin sadar bahwa berpolitik itu artinya anda bergerak di bawah mencari mandat rakyat, berkeringat dan kemudian baru bisa menjadi pemimpin, tidak bisa hanya sekadar lobi-lobi.”
Lebih jauh lagi, Fahri menyebut bahwa apa yang dilakukan Goenawan cs adalah upaya untuk menyerang Prabowo Subianto. Hal itu dilakukan Goenawan cs dengan melakukan tawar politik terhadap kubu petahana, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
“Motif penyerangan kepada Amien Rais itu adalah menyerang Prabowo,” papar Fahri. “Saya tahu yang menyerang ini adalah kelompok-kelompok yang sedang melakukan bargain politik dengan kekuasaan yang ada.”
Fahri menilai bahwa Goenawan cs hanya ingin memanfaatkan momen Pilpres 2019 dan mengambil keuntungan dengan melakukan bargain politik. Kelompok seperti ini menurut Fahri, adalah kelompok yang tidak mau bekerja keras.
“Kelompok seperti ini selalu ada,” jelas Fahri. “Dan ciri-ciri mereka itu adalah orang yang tidak mau berkeringat membangun partai politik. Mereka selalu mengambil keuntungan di ujung.”
(wk/wahy)