Banyak Pemilih Beralih ke Prabowo-Sandiaga, Timses Jokowi-Ma'ruf: Kami Akan Door-To-Door
Nasional

Timses Jokowi-Ma'ruf menilai hoaks yang menyerang Jokowi mempengaruhi pemilih untuk pindah haluan.

WowKeren - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan adanya split-ticket voting di kalangan kaolisi partai pengusung Paslon nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin. Split-ticket voting terjadi ketika ada elite partai yang tidak sejalan dengan basis massa mereka dalam memilih kontestasi politik, dalam hal ini Pilpres 2019.

Survei tersebut menunjukkan bahwa sejumlah pemilih parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf justru merubah arah mendukung Paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebaran wilayahnya meliputi Sumatera, Banten, dan Jawa Barat. Berbekal hasil survei tersebut, Tim Kampanye Nasional (TKN) akan lebih memperhatikan wilayah-wilayah yang dimaksud.


"Tentu untuk Jokowi-Ma'ruf, tim kampanye nasional KIK, ini (hasil survei) menjadi acuan yang baik untuk memerhatikan khususnya wilayah Jabar, DKI Jakarta dan Sumatera," kata Wakil Ketua TKN Johnny G Plate di Jakarta Pusat, Rabu (23/1). "Di mana di internal partai, partai pengusung, masih terjadi split-ticket yang cukup besar."

Johnny menyebut bahwa fenomena split-ticket voting yang ada di pihaknya terjadi karena banyaknya hoaks yang beredar. Hoaks tersebut menimbulkan persepsi negatif terhadap Paslon Jokowi-Ma'ruf. Sehingga menurut Johnny, hoaks tersebut dapat mempengaruhi pola pikir pemilih untuk merubah pandangannya.

Untuk mengatasi hal ini, dalam tiga bulan ke depan TKN akan lebih fokus untuk melakukan kampanye mikro. Bahkan jika perlu, pihaknya akan mendatangi masyarakat secara door to door ke tiga wilayah tersebut.

"Kurang dari 3 bulan ke depan, saya kira TKN KIK tentu akan lebih fokus," lanjut Johnny. "Untuk melakukan kampanye mikro, target-target mikro, dan melakukan canvassing politik door to door, mendatangi masyarakat, khususnya di wilayah Jabar, Banten, dan Sumatera."

Dari sembilan parpol pendukung, ada dua partai yang pemilihnya banyak tak solid mendukung Jokowi-Ma'ruf. Yakni Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) dan Partai Hanura. "PPP dan Hanura paling banyak terbelah kepada oposisi," kata peneliti Rizka Halida di kantor Indikator Jakarta Pusat, Rabu (23/1).

Dari PPP, ada sekitar 43,2 persen pemilihnya yang memberikan suara untuk Prabowo-Sandiaga. Sedangkan dari Partai Hanura 39,6 persen pemilihnya beralih ke Paslon nomor urut 02.

You can share this post!

Related Posts
Loading...