Terapis Go-Massage Diperkosa Konsumen, Begini Kata Pimpinan Go-Life
Nasional

Peristiwa tersebut terjadi di Bandung ketika seorang konsumen menyalahgunakan jasa layanan Go-Massage untuk melakukan kekerasan seksual.

WowKeren - Dengan kemajuan teknologi, manusia semakin dimanjakan dengan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satunya adalah kehadiran Go-Life. Go-Life memungkinkan masyarakat untuk bisa memenuhi kebutuhan dalam hal gaya hidup, salah satunya Go-Massage. Go Massage menawarkan layanan jasa pijat panggilan online selama 24 jam.

Namun, kemudahan ini justru disalahgunakan oleh konsumen yang tidak bertanggung jawab. Seorang mitra Go-Massage asal Bandung menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh konsumen. Korban diduga diperkosa oleh pemuda bernama Leonard di Kecamatan Sukasari, Bandung pada Selasa (5/3).


Terkait hal ini, Head of Go-Life Dayu Dara ikut angkat bicara. Dayu mengatakan bahwa korban merupakan sosok mitra yang produktif. Pihak Go-Life akan terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada korban. Ia tak ingin membeberkan identitas korban lantaran ingin tetap menjaga privasi.

"Korban merupakan sosok mitra yang produktif dan juga berperan sebagai tulang punggung keluarga," kata Dayu dilansir dari Kontan pada Senin (11/3). "Dan kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan melindungi privasi identitas korban."

Meski demikian, Dayu menegaskan bahwa Go-Life akan terus berupaya mengedepankan kenyamanan dan keamanan baik untuk para mitra maupun konsumen. Dua hal tersebut merupakan prioritas utama mereka.

Atas kasus pemerkosaan yang menimpa salah satu mitranya itu, Go-LIfe mengecam keras aksi yang membahayakan keamanan pihaknya. Tak terkecuali aksi kekerasan seksual.

"Kenyamanan dan keamanan pengguna dan mitra merupakan prioritas utama kami," tegas Dayu. "Kami mengutuk segala bentuk kejadian yang membahayakan keamanan mitra ataupun pengguna termasuk kekerasan seksual."

Dayu menjelaskan bahwa sebetulnya pihak Go-Life sendiri sudah memiliki upaya pencegahan terkait kasus serupa. Go-Life memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) berupa Anti Sexual Harrasment. Dalam SOP tersebut, terdapat panduan untuk seluruh mitra pijat terkait upaya apa yang harus dilakukan pada saat sebelum, sedang, dan pasca kejadian.

Dayu melanjutkan, Go-Life saat ini juga telah bekerjasama dengan pihak kepolisian di sejumlah kota. "Kami telah bekerja sama dengan pihak kepolisian di berbagai kota untuk memberikan penyuluhan pertahanan diri," terang Dayu.

You can share this post!

Related Posts