Heboh Situs Purbakala di Proyek Tol, Arca Kuno Ternyata Sering Dibuang Warga ke Sungai
Nasional

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Desa Sekarpuro, Sulirmanto.

WowKeren - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan penemuan situs purbakala di area konstruksi jalan tol di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Situs tersebut diduga merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit. Akibatnya, proyek konstruksi dihentikan sementara waktu.

Kepala Desa Sekarpuro Sulirmanto mengatakan bahwa di area tersebut memang sering ditemukan benda purbakala. Ia menyebutkan saat ia kecil, ia banyak mendengar kabar bahwa warga sering membuang arca purbakala ke sungai.


"Sudah lama sekali," ujar Sulirmanto dilansir dari Kumparan. "Wong saya masih kecil sudah banyak kabar kalau dibuang arca kesana (sungai)."

Sulirmanto mengatakan bahwa warga memiliki alasan tersendiri untuk membuang arca ke sungai. Hal tersebut berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat.

Warga setempat menilai bahwa kepercayaan terhadap arca purbakala tersebut sama artinya dengan musyrik atau menyekutukan Tuhan. Oleh sebab itu, warga memutuskan untuk membuang arca tersebut ke sungai.

Sulirmanto menilai bahwa kemungkinan ada puluhan arca yang telah dibuang ke sungai. Ia juga sempat menceritakan mengenai sebuah patung yang selalu kembali ke tempat semula meski sudah dipindahkan ke sungai.

"Itu terakhir kali," jelas Sulirmanto. "Soalnya patung sebenarnya sudah sering ditaruh sungai tapi balik ke lokasi punden."

Sayangnya, Sulirmanto tidak bisa memberikan arah kemana sumber air yang dimaksud. Sebab, jalan menuju ke sana saat ini sudah tertutup oleh proyek tol. Padahal menurut Sulirmanto, penemuan sumber air tersebut sangat penting untuk membuka jalan menuju bangunan kuno yang merupakan peninggalan Pra-Majapahit.

Untuk menggali lebih jauh informasi mengenai situs purbakala tersebut, Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur telah melakukan penggalian di sekitar wilayah itu. Proses eskavasi dimulai pada pukul 08.00 WIB pada Selasa (12/3). Arkeolog BPCB Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan bahwa penggalian dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan situs kuno. Dari hasil penggalan akan dilihat struktur batu bata kemudian dianalisa.

"Penggalian sebagai upaya penyelamatan untuk mengetahui situs," kata Dwi dilansir dari Berita Jatim, Rabu (13/3). "Melihat struktur batu bata, menganalisa bagaimana bentuknya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...