Pelajaran Soal Lalu Lintas Harus Diberikan Untuk Milenial, Kenapa?
Nasional

Menurut ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, kepolisian dan pemerintah dapat menerapkan tertib berlalu lintas sebagai kurikulum pendidikan formal.

WowKeren - Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia rupanya makin meningkat. Polda Metro Jaya mencatat bahwa angka kecelakaan lalu lintas dalam enam tahun terakhir telah meningkat sebanyak 10 persen dan mencapai angka 36.595.

Ternyata, angka tersebut didominasi oleh generasi milenial dengan rentang 17 hingga 35 tahun. Generasi milenial yang menjadi korban sebanyak 61 persen, sedangkan yang bertindak sebagai pelaku sebanyak 41 persen.


Oleh sebab itulah, ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus, menilai generasi milenial harus diberikan pelajaran mengenai lalu lintas. Menurut Alfred, kepolisian bekerja sama dengan pemerintah dapat menerapkan tertib berlalu lintas sebagai kurikulum pendidikan formal.

"Kurikulum berlalu lintas itu tidak diwajibkan dari sejak dini. Kurikulum berlalu lintas harus masuk pendidikan formal," ujar Alfred dilansir Republika, Rabu (13/3). "Karena kalau tidak seperti itu, kewajibannya kita untuk patuh terhadap tertib lalu lintas."

Alfred pun menjelaskan bahwa karakter seseorang harus ditanamkan sejak masih usia kanak-kanak. Oleh sebab itu, tertib berlalu lintas harus dipelajari sejak dini.

Penerapan kurikulum berlalu lintas ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan lalin langsung dari sumbernya. Pasalnya, nyawa seseorang memang harus diutamakan.

"Tidak ada pembenahan. Yang kita benahi hanya dari hilirnya," tutur Alfred. "Tetapi, membangun karakter masyarakat milenial itu dari semenjak hulunya masih kurang. Bahkan hanya dijadikan sebagai sukarela."

Tertib berlalu lintas sendiri tidak hanya berlaku bagi pengendara kendaraan bermotor. Alfred menuturkan bahwa pejalan kaki juga termasuk sebagai orang-orang yang berlalu lintas.

Selain itu, Alfred menuturkan bahwa peran orangtua dalam mengajarkan tertib berlalu lintas juga sangat penting. Pasalnya, hingga kini juga masih banyak orangtua yang membiarkan anak-anak mereka yang belum memiliki izin mengendarai kendaraan bermotor.

"Pejalan kaki masih menyeberang sembarangan, tidak melewati zebra cross, misalnya," ujar Alfred. "Kita lihat anak-anak SD di jalan sudah bawa motor. Ini yang dimaksud pembiaran itu."

Di sisi lain, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk membangun kesadaran tertib berkendara bagi milenial. Salah satunya lewat "Milenial Road Safety Festival" yang digelar Polda Jawa Timur di Jembatan Suramadu pada Minggu (17/3) mendatang. Nantinya, jembatan tersebut akan ditutup selama enam jam.

You can share this post!

Related Posts
Loading...