TKN Jokowi Tanggapi Prabowo Salami Warga Pakai Sarung Tangan: Sangat Ironis
Instagram/prabowo
Nasional

Saat menyalami para pendukungnya di Jambi, Prabowo memakai sarung tangan untuk tidak memperburuk kondisi tangannya yang sudah mengalami luka.

WowKeren - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kerap menyalami para pendukungnya saat melakukan kunjungan kampanye. Seperti biasa, ia menyalami para pendukungnya dari atas mobil. Seperti yang dilakukan olehnya saat berkampanye di Jambi pada Kamis (14/3).

Saat berjabat tangan dengan masyarakat, Prabowo terlihat mengenakan sarung tangan. Prabowo mengaku bahwa dirinya takut dengan tangan para ibu-ibu. Hal itu dikatakannya saat memberikan pidato di Gedung RRC, Jambi.


"Turun dari pesawat saya pakai sarung tangan," kata Prabowo di hadapan para pendukungnya di Telanaipura, Jambi, Kamis (14/3). "Karena saya takut dengan tangannya emak-emak."

Ia menjelaskan bahwa memakai sarung tangan bukan berarti dirinya tidak sopan. Adapun tangannya sudah mengalami luka-luka sehingga agar tidak memperparah kondisinya, maka mau tidak mau ia harus mengenakan sarung tangan.

"Minta maaf pakai sarung tangan," tutur Prabowo. "Tidak berarti saya tidak sopan, tapi ini sudah luka-luka sejak kemarin ini."

Terkait hal ini, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin ikut menanggapi. Influencer TKN Tiurmaida Tampubolon menilai apa yang dilakukan oleh Prabowo itu sangat kontras dengan Jokowi. Jokowi, menurutnya, sangat menikmati momen-momen bersalaman dengan rakyatnya.

"Kontras sekali dengan Pak Prabowo," kata Tiurmaida. "Pak Jokowi malah sangat menikmati saat turun ke rakyatnya dan selalu sempatkan bersalaman langsung sebagai tanda sangat mencintai rakyatnya."

Tiurmida mengatakan bahwa peristiwa semacam itu sangatlah ironis. Sebab, kepada para pendukungnya saja Prabowo memakai sarung tangan, lantas bagaimana jika nanti harus berjabat tangan dengan rakyat lainnya.

"Sangat ironis menyaksikan Pak Prabowo membungkus tangan saat bersalaman bahkan dengan pendukungnya," terang Tiurmida. "Kalau kepada pendukungnya saja enggan bersalaman langsung, bagaimana pula dengan rakyat lainnya."

Mengenai alasan Prabowo yang mengatakan tangannya mengalami luka, Tiurmida merasa hal itu tidaklah tepat. Sebab menurutnya, bersalaman dengan pemimpin adalah hal yang istimewa untuk rakyat. Hal itu bisa memberikan kebanggaan tersendiri.

"Alasan tersebut malah tidak pas," lanjut Tiurmida. Sebab, justru sebagai rakyat, bersalaman langsung dengan pemimpinnya justru akan memberi kebanggaan dan sukacita."

You can share this post!

Related Posts