Jusuf Kalla Ungkap Ide Awal e-KTP Ternyata Sejalan Dengan Gagasan Sandiaga Uno
Nasional

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa e-KTP pada awalnya memang ditujukan sebagai kartu multiguna.

WowKeren - Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, diketahui menggagas kartu e-KTP sebagai jawaban program-program pemerintah dalam debat Cawapres. Berbeda dengan Ma'ruf Amin yang mengusulkan 3 kartu baru, Sandiaga menilai e-KTP saja sudah cukup.

Menurut Sandiaga, semua kebutuhan publik, seperti kesehatan dan pendidikan, dapat difasilitasi lewat e-KTP. Sehingga masyarakat tidak perlu membawa kartu yang banyak.


"Kita memiliki kartu, yakni kartu tanda penduduk, kartu kita sudah canggih," tutur Sandiaga pada Minggu (17/3). "Ini memiliki teknologi dengan big data, single identity number. Semua fasilitas ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, semua ada di sini. PKH kita tambah PKH Plus di dalam program yang hanya membutuhkan KTP ini."

Menariknya, gagasan Sandiaga ini ternyata sejalan dengan ide awal e-KTP. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa e-KTP pada awalnya memang ditujukan sebagai kartu multiguna. Mulai dari jaminan keamanan sosial hingga fasilitas kesehatan, semuanya direncanakan dijadikan satu dalam e-KTP. Namun sayang, dalam perkembangannya ide ini masih belum bisa terwujud.

"Jadi secara teknis bisa, karena di situ ada chip-nya, tinggal diisi," tutur Jusuf Kalla di kantornya, Jakarta Pusat, pada Selasa (19/3). "Tapi mungkin teknologi kurang masih belum cepat ke situ."

Jusuf Kalla juga menyampaikan bahwa e-KTP yang ada saat ini memang belum maksimal. "Di situ intinya KTP elektronik, sebagai salah satu one single ID. Secara teknis bisa, dan memang di situ niatnya," jelas Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Jusuf Kalla sempat mengungkapkan pendapatnya atas janji Sandiaga menghapuskan Ujian Nasional apabila terpilih. Jika UN ini dihapuskan, JK mempertanyakan bagaimana pemerintah akan melakukan evaluasi pendidikan di tiap-tiap daerah.

Di sisi lain, Ma'ruf menilai bahwa e-KTP belum bisa menjawab kebutuhan masyarakat. Sehingga ketiga "kartu sakti" andalan Jokowi-Ma'ruf dapat memenuhi kebutuhan pendidikan hingga kesehatan.

"Saya kira selama ini KTP belum bisa dimainkan untuk respons seluruh masalah. Maka kita pakai kartu perseorangan supaya lebih mudah," ujar Ma'ruf. "Apabila nanti sudah saatnya tidak perlu pakai kartu, pakai HP saja. Kalau masyarakat sudah siap budayanya, kita lihat."

You can share this post!

Related Posts
Loading...