Terduga Teroris Bunuh Diri Minum Pembersih Lantai di Rutan, Polisi Ungkap Agar Mati Syahid
Nasional

Seorang terduga teroris yang ditangkap di Klaten meninggal usai ditemukan lemas di ruang pemeriksaan Rutan Polda Metro Jaya.

WowKeren - Seorang terduga teroris yang ditangkap di Klaten, Jawa Tengah, meninggal usai ditemukan lemas di ruang pemeriksaan rutan Polda Metro Jaya. Wanita berinisial Y alias Khodijah tersebut disebut polisi melakukan aksi bunuh diri agar mati syahid.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Khodijah bunuh diri dengan cara meminum cairan pembersih lantai. Fakta tersebut ditemukan berdasarkan hasil penelitian laboratorium forensik yang dilakukan usai Khodijah meninggal pada Kamis (21/3).


"Hasil labfor bahwa identik apa yang ada dalam isi perutnya yang disampaikan oleh dokter forensik dengan hasil olah TKP," terang Dedi di Mabes Polri, Jumat (22/3). "Memang ditemukan cairan pembersih lantai."

Kondisi Khodijah yang menegak cairan pembersih lantai itu diperparah dengan sakit asam lambung akut yang dideritanya. Akibatnya, wanita tersebut mengalami pendarahan hebat hingga tewas meski telah mendapat perawatan medis.

Dedi pun mengungkap bahwa aksi bunuh diri Khodijah didasari pada paham radikalisme yang dianutnya. "Bukan (takut diperiksa densus), memang ingin mati syahid begitu," jelas Dedi.

Diketahui, Khodijah ditemukan lemas di ruang pemeriksaan rutan pada Senin (18/3) pagi. Wanita tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Raden Said Soekanto Kramat Jati, Jakarta Timur.

Namun sayangnya, nyawa Khodijah tak dapat diselamatkan. Ia meninggal enam jam kemudian.

Menurut dokter RS Polri, Asri, organ-organ dalam Khodijah mengalami korosif yang diakibatkan oleh bahan kimia keras. Bahan kimia tersebut diduga masuk melalui saluran pencernaan karena memang ditemukan dalam organ tersebut.

Cairan lambung tersebut lantas diambil dan diperiksa di Labfor Polri. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan lambung Khodijah mengandung zat asam klorida dengan kadar sebesar 8,5 persen.

"Kita temukan lambung jenazah robek, berisi darah berwarna hitam sehingga korban meninggal," tutur dokter Asri dilansir CNNIndonesia.com. "Ini yang menyebabkan lambungnya bocor dan pendarahan hebat sehingga meninggal dunia."

Diketahui, Khodijah ditangkap di Klaten pada Kamis (14/3) lalu. Ia diduga telah merencanakan serangan bersama terduga teroris asal Sibolga, Abu Hamzah.

You can share this post!

Related Posts
Loading...