Jalur MRT Dikhawatirkan 'Fakir Sinyal', Begini Tanggapan Menkominfo
Nasional

Minim sinyal beberapa operator di jalur MRT mendapatkan perhatian dari sejumlah pihak. Menkominfo mengungkit soal adanya ruang publik yang tak boleh dikomersilkan.

WowKeren - Berbagai operator seluler di Indonesia diminta untuk segera menggelar jaringan di MRT Jakarta. Diketahui, moda transportasi terbaru Ibu Kota tersebut sudah diresmikan presiden Joko Widodo sejak 24 Maret 2019 yang lalu. Hari ini (1/4) untuk pertama kalinya, MRT sudah diperlakukan secara komersial.

Akan tetapi, kendala soal jaringan beberapa operator seluler yang tak terdapat di jalur MRT menjadi perhatian. Pelaksana Dewan TIK Nasional, Garuda Sugardo, mengingatkan soal pentingnya operator selular memanfaatkan trial gratis yang diberikan mitra penyedia sarana telekomunikasi MRT Jakarta.


Menurut Garuda, langkah uji coba bisa dimanfaatkan operator lain untuk negoisasi bisnis dengan penyedia sarana telekomunikasi pasif. "Ikut trial akan memudahkan operator tahu trafik dan kebutuhan pelanggan sehingga memudahkan bagi mereka dalam berhitung cost benefit," ujar Garuda dilansir Detik pada Senin (1/4).

Garuda menjelaskan pentingnya jalur MRT dibekali dengan sinyal yang memadai. Ia menyebut beberapa kasus penyelamatan manusia dapat tertolong selama ponselnya masih berfungsi.

"Terowongan MRT adalah Sangkar Faraday di mana sinyal seluler mutlak memerlukan alternatif," jelas Garuda. "Banyak cerita di mana nyawa manusia dapat tertolong selama ponselnya masih berfungsi. Bila tanpa pilihan, tanpa sinyal, bagaimana komunikasi dapat terjadi just in case of sadness."

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) telah memberikan tanggapan terhadap kekhawatiran minimnya sinyal di jalur MRT. Menkominfo Rudiantara menjelaskan jika pihak Kominfo tengah memfasilitasi operator seluler dengan pihak MRT mengenai kendala pemasangan jaringan di jalur MRT.

Kendati demikian, Rudiantara juga sempat menyebutkan area ruang publik, di mana seharunya tak menjadi ajang berbisnis. Meskipun begitu, Rudiantara tak memberikan penegasan mengenai apakah MRT ini yang ia maksudkan sebagai ruang publik.

"Kalau di luar, ya silahkan itu bisnis kompetisi operator dengan operator. Ini (ruang publik) yang harusnya tidak dikompetisikan, karena untuk safety misalkan," jelas Rudiantara. "Jadi, jangan dicampur aduk antara kebutuhan masyarakat di common space berkaitan dengan non komersil."

Untuk diketahui, hingga saat ini baru dua operator seluler yang memiliki akses di jaringan MRT Jakarta, yakni Telkomsel dan Smartfren. Sedangkan operator lain seperti XL Axiata, Indosat Ooredoo dan juga Tri masih negoisasi.

You can share this post!

Related Posts
Loading...