Melalui sebuah video di YouTube, Habib Rizieq Shihab menyatakan ia mendapatkan informasi langsung dari staf KBRI dan KJRI. Pentolan FPI itu menyatakan Menlu tanpa malu minta stafnya pilih Jokowi.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 01 April 2019 - 17:25 WIB
WowKeren - Video YouTube yang menampilkan pengakuan Habib Rizieq Shihab menggegerkan publik. Dalam video tersebut, pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu menyatakan Menteri Luar Negeri memerintahkan staf dan juga WNI yang ada di Arab Saudi untuk memenangkan Joko Widodo.
Rizieq yang saat ini tengah berada di Arab Saudi menyatakan mendapatkan informasi langsung dari staf KBRI dan juga Kosulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Mekah. Ia mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri memberikan perintah langsung untuk memilih Jokowi.
"Menteri Luar negeri tanpa malu malu, tanpa sungkan-sungkan secara terang-terangan, mengajak yaitu para staf dan seluruh pekerja yang ada di KBRI dan KJRI agar bekerja keras memenangkan paslon 01, yaitu Jokowi," ujar Rizieq dalam video yang diunggah Front TV di YouTube pada Jumat (29/3).
Terkait kabar tersebut, Rizieq mengaku bahwa Menlu memberikan perintah bernada ancaman kepada para stafnya. "Ini sangat kita sesalkan karena apa yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri tersebut bernada ancaman dan itu sangat merisaukan seluruh staf maupun para pegawai yang bekerja di KBRI dan KJRI," sambung Rizieq.
Usai memberikan pernyataan tersebut, Rizieq meminta kepada Jokowi untuk tidak mengintimidasi staf dan juga WNI yang ada di Arab Saudi. Ia juga berharap agar WNI di negara lain juga tak mengindahkan ancaman untuk memenangkan Jokowi.
Di sisi lain, pihak Kementerian Luar Negeri sudah memberikan klarifikasi terkait pernyataan Rizieq. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal, menjelaskan jika dugaan tersebut tidak benar.
"Ada video yang hari ini beredar dan katakan bahwa Menlu RI arahkan KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah untuk pilih salah satu pasangan dalam pemilu," terang Iqbal seperti dilansir CNN Indonesia pada Senin (1/4). "Sekali lagi tidak benar bahwa Menlu dengan satu dan cara lainnya meminta kepala perwakilan RI di Saudi memenangkan salah satu calon presiden."
(wk/silm)