AHY Khawatir Soal Surat Suara Tercoblos di Malaysia: Harus Segera Ditindaklanjuti
Instagram/agusyudhoyono
Nasional

Putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono khawatir terhadap temuan surat suara tercoblos di Malaysia sebab hal itu dinilai dapat memunculkan keraguan publik terhadap Pemilu yang jujur dan adil.

WowKeren - Temuan surat suara tercoblos di Malaysia yang terekam lewat video masih menjadi pembicaraan, khususnya di kalangan para elite politik. Pasalnya, hal-hal semacam ini dapat memunculkan keraguan terhadap pelaksanaan demokrasi yang sehat.

Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ikut angkat bicara mengenai hal ini. Ia merasa khawatir dengan pelaksanaan Pemilu 2019. Ia berharap agar pihak-pihak yang berwenang bisa mengusut kasus ini secara tuntas.


"Tentu ini mengkhawatirkan kita semuanya," kata AHY usai kampanye nasional di Karawang Jawa Barat dilansir dari Antara, Jumat (12/4). "Dan saya rasa harus segera ditindaklanjuti."

Untuk itu, ia meminta kepada pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk segera memberikan kepastian akan kebenarannya. Sebab jika tidak, penemuan semacam itu hanya akan membuat rakyat resah.

Ia menilai bahwa ada baiknya jika rakyat juga diberikan kesempatan untuk mengetahui klarifikasi kasus tersebut secara lebih gamblang. Sebab, hal-hal semacam ini dikhawatirkan mampu menggerus kepercayaan rakyat terhadap Pemilu maupun Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu.

Keduanya, dikatakan AHY, harus mampu menunjukkan kredibilitas mereka sebagai lembaga negara yang independen dan tidak mendukung adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu. "Kita ingin 17 April nanti benar-benar menjadi momentum yang baik dalam perpolitikan kita ke depan," ujar putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PD Andi Arief mengakui bahwa ada kadernya yang ikut menemukan surat suara tercoblos. Dikatakannya, hal itu merupakan bentuk Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kecurangan Pemilu. "Partai Demokrat memang melakukan investigasi dan ingin melakukan OTT pada kecurangan," kata Andi dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (12/4).

Andi menilai bahwa apa yang terjadi di Malaysia bisa jadi hanya satu dari sekian bentuk kecurangan yang mungkin terjadi di masa-masa Pilpres. Ia yakin bahwa masih ada kecurangan-kecurangan serupa yang terjadi di tempat lainnya. "Apakah di tempat lain ada indikasi serupa? Saya tidak menyatakan berakhir di sini," ujar politikus PD tersebut.

You can share this post!

Related Posts
Loading...