Dapat Giliran Pertama Paparkan Visi Misi, Prabowo-Sandiaga Singgung Kebocoran Anggaran Negara
Nasional

Dalam debat kelima yang mengangkat masalah perekonomian, Prabowo kembali menyinggung kondisi bangsa yang menurutnya tidak sesuai seperti yang dicita-citakan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

WowKeren - Jutaan pasang mata menyaksikan dua pasang calon pemimpin bangsa yang beradu gagasan visi misi dalam debat kelima Capres-Cawapres. Debat terakhir sebelum gelaran kampanye ini digelar di Hotel Sultan, Jakarta, mulai pukul 20.00 WIB.

Paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat giliran pertama dalam menyampaikan visi dan misi mereka. Dalam penjelasannya, Prabowo kembali menyoroti masalah kebocoran anggaran negara.


Prabowo menilai bahwa saat ini bangsa Indonesia bergerak ke arah yang salah. Jika diteruskan, hal ini dikatakan Prabowo tidak akan mendatangkan kesejahteraan pada rakyat. Mantan Danjen Kopassus itu melihat bahwa kondisi Indonesia saat ini tidak sesuai dengan cita-cita bangsa yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.

"Kami berpandangan bangsa kita sekarang ini berada dalam arah yang salah. Arah ini kalau diteruskan tidak memungkinkan membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia," kata Prabowo di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4). "Ini terbukti kita telah menyimpang dari cita-cita pendiri bangsa. Dalam UUD 1945, rancang bangun ekonomi kita, sangat jelas, tidak bisa membiarkan kekayaan mengalir ke luar negeri dan diakui pemerintah kekayaan nasional mengalir ke luar negeri."

Tak hanya itu, Prabowo juga melihat bahwa selama ini Indonesia belum bisa memproduksi komoditas yang berarti. Ia menyebut bahwa negara kita saat ini sedang mengalami deindustrialisasi.

"Telah terjadi deindustrialisasi," ujar Prabowo. "Kalau negara yang lain industrialisasi, kita deindustrialisasi."

Dalam kesempatan itu, Sandiaga sempat memaparkan hasil yang ia peroleh setelah mengunjungi sejumlah titik di Indonesia. Ia menyinggung kembali pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya mentok di angka lima persen. Ia menyebutnya sebagai jebakan.

"Pertumbuhan (ekonomi) lima persen kita sebut sebagai jebakan lima persen ini dikeluhkan ibu Nurjanah dari Langkat, Sumatera Utara," ujar Sandiaga. "Ibu Nurjanah menceritakan sepi sekarang pembeli yang datang ke pasar tradisional.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu berjanji akan berupaya untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan perekonomian. Selama ini, ia menilai bahwa lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia masih belum mampu menyerap jumlah pengangguran yang ada.

You can share this post!

Related Posts
Loading...