Ramai Kubu Jokowi-Prabowo Saling Klaim Menang, Menkominfo: Tunggu Hasil KPU Jangan Bikin Panas
Nasional

Menkominfo Rudiantara mengimbau semua pihak untuk sabar menunggu hasil penghitungan suara resmi dari KPU yang mana hal itu memerlukan proses. Ia meminta agar publik percaya pada KPU.

WowKeren - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara ikut menanggapi maraknya deklarasi kemenangan yang dilakukan oleh masing-masing kubu Capres-Cawapres. Rudiantara mengingatkan bahwa pihak yang memiliki legitimasi untuk mengumumkan hasil Pemilu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebab seperti diketahui, KPU sendiri belum merlis hasil penghitungan suara. Bahkan, sejumlah wilayah di Indonesia masih harus mengulang proses pemungutan suara. Namun, kedua kubu Paslon justru tak sabar dan "berlomba-lomba" mengklaim kemenangan.


"Ya biar bagaimanapun, kita harus tunggu yang legitimate angkanya," kata Rudiantara di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4). "Yaitu dari hasil perhitungan KPU."

Berdasarkan mekanisme penghitungan, surat suara akan secara manual dikumpulkan dari masing-masing TPS kemudian dibawa ke kecamatan. Dari kecamatan akan diteruskan ke kabupaten atau kota lalu dipindai kemudian diunggah.

"Manualnya sebetulnya kan ini dibawa dari TPS, kemudian dikumpulkan di kecamatan, kabupaten, kota baru di-scan, di-upload di sini," jelas Rudiantara. "Nanti kertasnya nyusul belakangan. "

Oleh sebab itu, ia meminta semua pihak untuk sabar menunggu hasil dari proses yang cukup panjang tersebut. Ia meminta agar tidak ada pihak yang membuat suasana Pilpres semakin memanas. "Tapi tunggulah apa pun keputusan dari KPU dan yang lain jangan bikin manas-manasinlah," ujarnya.

Rudiantara juga meminta agar publik tetap percaya kepada KPU sebagai penyelenggara Pemilu. Sebab, KPU tidak seharusnya dihujani hoaks mengingat lembaga ini sudah bekerja keras untuk menyelenggarakan Pemilu.

"KPU kan memang lembaga yang independen untuk menyelenggarakan Pemilu ya, kita hormatilah jangan dibikin hoaks-hoaks ke arah KPU," lanjut Rudiantara. "Kita hormati teman-teman, kasihan sudah kerja keras masih dilempar hoaks juga."

Menurutnya, hoaks tidak hanya marak menjelang Pemilu. Bahkan setelah Pemilu selesai digelar pun hoaks justru meningkat. "Saya harap turun (hoaks), tapi ternyata tidak, justru masih ada terus, bahkan Pilpres sudah saya tanggal 17 kemarin, Pileg selesai, tetapi kita identifikasi masih ada (hoaks) yang berkaitan dengan Pilpres," tutur Rudiantara.

You can share this post!

Related Posts
Loading...