Sebelumnya, Bara mengeluarkan beberapa pernyataan yang dinilai tidak sejalan dengan kebijakan PAN. Ratusan pengurus dan kader PAN lantas mengeluarkan petisi pemecatan Bara.
- Bertilia Puteri
- Senin, 29 April 2019 - 16:30 WIB
WowKeren - Ratusan pengurus dan kader Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak pemecatan Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan sebagai pengurus maupun kader partai. "Petisi BPH DPP PAN untuk Pemecatan Bara Hasibuan sebagai Waketum PAN dan Anggota PAN karena melanggar AD/ART, PRT Partai Amanat Nasional," demikian kutipan petisi tersebut dilansir Republika pada Senin (29/4).
Menanggapi petisi tersebut, Bara pun buka suara. Menurut Bara, apa yang selama ini dilakukannya telah benar demi kepentingan PAN sendiri.
"Saya merasa apa yang saya lakukan selama ini benar karena itu adalah demi akal sehat, demi wisdom kebajikan, demi kepatutan, demi kewajaran yang harus betul-betul kita kokohkan di dalam PAN," tutur Bara di Jakarta pada Senin. "Saya juga melakukan itu semua untuk memperkuat soul jiwa dari partai ini."
Bara yang juga merupakan salah satu tokoh pendiri PAN mengaku paham betul pondasi awal didirikannya partai tersebut. Ia justru meminta kepada pihak yang mendesak pemecatannya untuk belajar lagi mengenai sejarah pendirian PAN.
"Mereka harus memahami kenapa partai ini didirikan, mengerti betul ada perspektif historis yang utuh baru mereka bisa minta saya untuk dipecat," tutur Bara. "Selama mereka belum memahami partai ini secara utuh, saya minta mereka belajar dulu sejarah."
Menurut Bara, hingga kini dirinya belum dipanggil oleh Dewan Kehormatan PAN. Ia baru mengetahui desakan pemecatan tersebut dari salinan petisi yang dilihatnya.
"Surat (pemanggilan) pun belum ada sama sekali," jelas Bara. "Itu hanya petisi yang beredar yang saya lihat copy-nya."
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengaku belum menerima petisi pemecatan tersebut secara resmi. Oleh sebab itu, DPP PAN belum mengambil keputusan terkait petisi tersebut. "Saya belum terima petisinya," jelas Eddy pada Minggu (28/4).
Sebelumnya, Bara mengeluarkan beberapa pernyataan yang dinilai tidak sejalan dengan kebijakan PAN. Salah satunya adalah pihaknya membuka opsi untuk keluar dari koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Eddy pun lantas memastikan agar DPP PAN meminta klarifikasi Bara terkait pernyataannya. "Yang bersangkutan tentu akan kita panggil untuk dimintai klarifikasinya," ungkap Eddy.
(wk/Bert)