Fahri Hamzah Sayangkan Pernyataan Mantan Kepala BIN yang Minta Keturunan Arab Tak Jadi Provokator
Nasional

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai bahwa pernyataan Hendropriyono mengandung rasisme. Ia menganggap tak seharusnya orang selevel mantan Kepala BIN tersebut membuat pernyataan semacam itu.

WowKeren - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono mengingatkan kepada para WNI keturunan Arab yang dihormati masyarakat untuk tidak memprovokasi rakyat. Ia meminta agar mereka bisa mengendalikan diri.

"Saya ingin memperingatkan bangsa Indonesia, WNI keturunan Arab," kata Hendropriyono di Kantor Lemhanas Jakarta Pusat pada Senin (6/5) "Supaya sebagai elite yang dihormati masyarakat cobalah mengendalikan diri. Jangan menjadi provokator, jangan memprovokasi rakyat."


Pernyataan ini rupanya mengundang perhatian Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Fahri menilai bahwa tidak seharusnya seorang mantan Kepala BIN mengeluarkan pernyataan semacam itu. Ia meminta agar Hendropriyono meminta maaf kepada segenap bangsa Indonesia.

"Saya kira dia harus minta maaf kepada bangsa Indonesia," kata Fahri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, (7/5). "Bahwa dia dalam usia seperti itu masih melakukan perbuatan yang sangat tidak layak."

Ia mengaku sedih karena menurutnya, apa yang dikatakan Hendropriyono memuat nuansa rasialisme. Menurut Fahri, Hendropriyono bisa saja berhadapan dengan hukum karena pernyataannya itu.

"Saya sedih, karena orang tua, senior seperti beliau tidak seharusnya dia membuat pernyataan yang bernuansa rasialisme," tegas Fahri. "Itu sebenarnya ada deliknya itu. Undang-undang anti diskriminasi ras dan etnis."

Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara konstitusi sehingga segala sesuatunya sudah diatur dalam undang-undang. Termasuk UU khusus yang mengatur agar tidak terjadi diskriminasi SARA yang bisa memicu perpecahan di negeri ini. Oleh sebab itu, apa yang dikatakan Hendropriyono tidak mencerminkan sesuatu yang baik.

"Dia tidak boleh melakukan itu. Saya menyayangkan itu. Dia tidak boleh melakukan itu," jelas Fahri. "Kita sudah memproduksi pasal-pasal dalam konstitusi, dan undang-undang khusus supaya tidak ada diskriminasi SARA itu. Kok tiba-tiba beliau yang mengungkapkan itu. Itu tidak baik."

Sebelumnya, dalam pernyataan Hendropriyono yang dianggap rasis, mantan Kepala BIN tersebut memperingatkan Rizeq dan juga Yusuf Martak agar tak mengganggu ketertiban sosial. "Saya peringatkan Rizieq, Yusuf Martak, dan orang-orang yang meneriakkan revolusi kan sudah banyak. Itu inkonstitusional, merusak disiplin dan tata tertib sosial, jangan seperti itu," ujarnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...