TKN Jokowi Kritik Pedas Said Didu Yang Mengundurkan Diri dari PNS
Nasional

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin mempertanyakan apakah Said Didu benar-benar memahami kode etik sebagai seorang aparatur sipil negara yang harus bersikap netral.

WowKeren - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu telah secara resmi mengundurkan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) per Senin (13/5). Adapun alasan Said memutuskan untuk mengundurkan diri adalah untuk mendapatkan kemerdekaan dalam menuangkan pikiran.

Namun, siapa sangka jika keputusan Said ini justru menuai sindiran keras dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin. Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily justru mempertanyakan kenapa baru sekarang Said mengundurkan diri. Sebab, selama ini Said terlihat aktif mengkritik pemerintah.

"Oh jadi Pak Said Didu ini ASN ya? Kok baru mengundurkan dirinya sekarang?" tanya Ace, Selasa (14/5). "Bukankah selama masa kampanye beliau ini ikut-ikutan berakrobat mengkritik pemerintahan Jokowi yang tentu menguntungkan secara politik untuk pasangan Prabowo-Sandi?"

Ace juga mempertanyakan apakah Said sebagai seorang ASN tidak memahami kode etik profesi yang disandangnya itu. Dalam kontestasi Pemilu, seorang ASN dituntut untuk bersikap netral dan tidak mendukung salah satu pihak.


"Apakah Pak Said Didu tidak tahu kode etik seorang aparatur sipil negara (ASN)?" tegas Ace. "Kan jelas dalam UU Pemilu seorang ASN itu tidak boleh berpolitik dan harus netral?"

Padahal menurut Ace, selama ini justru Said kerap menyuarakan agar para ASN menjunjung tinggi netralitas. Hal ini dinilainya bertolak belakang dengan latar belakang Said sendiri yang merupakan ASN yang cenderung mendukung salah satu Paslon.

"Kan selama ini Pak Said Didu selalu mengkritik soal netralitas ASN dan pegawai BUMN?" ujar Ace melanjutkan kritiknya. "Terus apakah itu tidak berlaku untuk dirinya sendiri?"

Lebih jauh, Ace kemudian membandingkan Said dengan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak. Baginya, Dahnil lebih bersikap gentle dengan mengundurkan dari dari PNS sebelum memutuskan bergabung dengan Prabowo.

"Saya kira yang lebih fair ya seperti Mas Dahnil Anzar," lanjut Ace. "Beliau mundur pada saat beliau bergabung dengan BPN sebagai dosen di Untirta. Itu lebih gentle daripada setelah kalah lalu menyatakan mengundurkan diri sebagai ASN."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts