BPN Prabowo Khawatir Pernyataan Poyuono Bisa Menurunkan Simpati Masyarakat
Nasional

BPN Prabowo-Sandiaga meminta Waketum Gerindra Arief Poyuono untuk tidak membuat pernyataan kontroversial yang justru hanya akan menurunkan simpati masyarakat dan merugikan Paslon 02.

WowKeren - Pernyataan Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono yang menyerukan agar para pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak membayar pajak menuai reaksi dari sejumlah pihak. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga pun ikut menanggapi seruan ini.

Juru Debat BPN Saleh Partaonan Daulay meminta agar Poyuono tidak memberikan pernyataan semacam itu. Sebab, apa yang disampaikan oleh Poyuono berada di luar hal yang menjadi fokus BPN. Saleh menyebut bahwa saat ini BPN fokus terhadap persoalan penghitungan suara sehingga ia meminta agar permasalahan tidak melebar kemana-mana.


"Menurut saya, kita ini jangan terlalu banyak menyampaikan pernyataan-pernyataan yang justru tidak memberikan asumsi terhadap persoalan yang ada saat ini," kata Saleh dilansir dari Detik, Kamis (16/5). "Persoalannya BPN saat ini adalah persoalan penghitungan suara, dan itu fokus ke situ aja nggak usah melebar ke mana-mana."

Ia berharap agar Poyuono lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan. Sebab, pernyataan seperti mengajak untuk tidak membayar pajak justru bisa merugikan pihak Prabowo. Pernyataan semacam itu dikhawatirkan akan menurunkan simpati masyarakat terhadap Prabowo-Sandiaga. Oleh sebab itu, akan lebih baik jika Poyuono bisa mengontrol diri.

"Justru kalau melebar ke mana-mana, menambah kurang simpati masyarakat, dan itu justru bisa jadi merugikan pihak BPN," tegas Saleh. "Dan menurut saya kita harus mengukur penyampaian-penyampaian yang disampaikan ke publik lah."

Saleh meminta agar politikus Gerindra tersebut tidak memancing kontroversi dengan pernyataan semacam itu. "Jangan sampai terlalu menimbulkan kontroversi yang akibatnya nggak baik. (Saran) ya dikurangi lah pernyataan-pernyataan nggak penting itu, soal nggak penting, atau penting itu kan bukan hanya kita, tapi kan menurut orang lain dan menurut kearifan umum," ujar Saleh.

Sebelumnya, Poyuono berujar bahwa publik yang mendukung Paslon 02 tak perlu mengakui hasil Pilpres. Yang mana hal itu artinya juga tidak mengakui pemerintahan baru yang dihasilkan dari Pilpres 2019.

"Masyarakat yang telah memberikan pilihan pada Prabowo-Sandi tidak perlu lagi mengakui hasil Pilpres 2019," kata Poyuono lewat keterangan tertulis. "Dengan kata lain, jika terus dipaksakan hasil Pilpres 2019 untuk membentuk pemerintahan baru, maka masyarakat tidak perlu lagi mengakui pemerintahan yang dihasilkan Pilpres 2019.

You can share this post!

Related Posts
Loading...