Provokator Kerusuhan Aksi 22 Mei Mengaku Dibayar Total Rp 6 Juta, Polisi Buru Penyandang Dana
Nasional

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyatakan tengah memburu diduga penyandang dana kerusuhan tersebut. Senada dengan Tito, ia mengatakan terdapat amplop-amplop yang berisi uang dan terdapat nama tiap pelaku.

WowKeren - Polisi masih mengusut pelaku kerusuhan aksi 22 Mei. Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan bahwa pihaknya menemukan uang dengan jumlah total Rp 6 juta dari para provokator yang ditangkap. Mereka ditahan lantaran melakukan aksi anarkistis di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Asrama Brimob Petamburan.

Saat diperiksa polisi, provokator yang mayoritas adalah anak-anak muda tersebut mengaku dibayar untuk melakukan aksinya. Uang yang ditemukan berada di amplop-amplop terpisah.


"Yang diamankan ini kami lihat, termasuk yang di depan Bawaslu, ditemukan di mereka amplop berisikan uang totalnya hampir Rp 6 juta, yang terpisah amplop-amplopnya," kata Tito saat konferensi pers di kantor Kemenko Polkuham, Rabu (22/5) kemarin. "Mereka mengaku ada yang bayar."

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyatakan tengah memburu diduga penyandang dana kerusuhan tersebut. Senada dengan Tito, Argo mengatakan terdapat amplop-amplop yang berisi uang dan terdapat nama tiap pelaku.

"Ada uang yang masuk di amplop ada nama-nama ya, amplop-amplop ini buat siapa," ucapnya. "Berisi uang semuanya."

Para tersangka diamankan dari depan Bawaslu sebanyak 75 orang, Petamburan 156 tersangka dan Gambir 29 terdangka. Totalnya adalah 257 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Di Bawaslu kenapa dilakukan penangkapan karena melawan petugas yang sedang bertugas, kemudian juga melakukan perusakan," lanjutnya. "Selanjutnya di Petamburan karena pembakaran mobil dan asrama, di Gambir penyerangan asmara dan Polsek Gambir."

Sebelumnya, Argo mengatakan bahwa pihaknya menemukan unsur perencanaan pembakaran asrama polisi di Petamburan. Massa yang datang dari Jawa Barat tersebut menuju Sunda Kelapa untuk bertemu dengan beberapa orang yang merencanakan penyerangan.

"Ada barbuknya, ada rekamannya, jadi sudah di-setting lakukan penyerangan ke asrama polisi di Petamburan," kata Argo. "Buktinya sudah kita kantongi."

Saat ini, kondisi di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pagi ini, tepatnya Kamis (23/5) tampak kondusif. Polisi yang berjaga dan petugas saling membantu untuk membersihkan kericuhan aksi 22 Mei tadi malam.

You can share this post!

Related Posts
Loading...