Dituding Dalang Aksi 22 Mei, Begini Jawaban Titiek Soeharto
Nasional
Aksi Massa 22 Mei 2019

Putri Presiden ke-2 RI, Titiek Soeharto, menjadi salah satu yang dituding menjadi dalang aksi kerusuhan Aksi 22 Mei. Meski demikian, ia menanggapinya dengan santai.

WowKeren - Kerusuhan aksi unjuk rasa yang terjadi pada Rabu (22/5) masih menjadi perbincangan. Meskipun sudah lebih dari sepekan berlalu, namun publik masih belum tahu pasti siapa dalang di balik kerusuhan tersebut. Alhasil, berbagai tudingan yang dialamatkan ke elite politik pun mulai bermunculan.

Salah satunya Putri Presiden RI kedua Siti Hediati Haryadi. Wanita yang akrab disapa Titiek Soeharto ini nyatanya tak luput dari tudingan semacam itu. Adalah sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya Rembug Nasional 98 yang hendak melaporkan Titiek ke pihak berwajib.


Tak ambil pusing, Titiek menanggapinya santai. "Saya nggak anggep itu, ya. Mau anggap saya dalang? Terserah," kata Titiek di Masjid At-Tin, Jakarta, Kamis (30/5).

Titik mengimbau agar para pengunjuk rasa tetap mengedepankan kedamaian dalam melancarkan aksi mereka dan tidak memprovokasi orang-orang. Ia meminta agar mereka bisa tegas menegakkan kebenaran. "Ada pihak-pihak pasti orang itu juga disuruh," kata politikus Partai Berkarya tersebut.

Sebaliknya, Titiek berencana untuk melaporkan balik jika memang benar-benar ada pihak yang melaporkannya. Sebab menurutnya, hal ini sama saja dengan pencemaran nama baik.

Titik bukanlah satu-satunya yang dituding menjadi dalang aksi 22 Mei. Sejumlah nama juga dilaporkan oleh Aktivis 98 tersebut, termasuk Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Amien Rais, hingga Capres 02 Prabowo Subianto.

Mengetahui Capres-nya dituding jadi dalang aksi 22, Cawapres 02 Sandiaga Uno menampiknya tegas. Ia menekankan bahwa pihaknya akan terus mengedepankan jalur konstitusional dan menjauhi kekerasan. Ia meminta agar pihak kepolisian segera melakukan investigasi dan menyampaikan hasil tersebut secara terbuka ke masyarakat. Dengan begitu, publik tidak akan bertanya-tanya lagi.

"Kami sudah mengecam kerusuhan tersebut dan sangat prihatin," ucap Sandiaga Media Center BPN, Jakarta, Rabu (28/5). "Kami ingin ada investigasi dan biarkan investigasi ini yang akan membuka tabir seterang-benderangnya agar tidak ada lagi pertanyaan di masyarakat."

You can share this post!

Related Posts