Banyak Disoal Habiskan APBD Hingga Rp 14 Miliar, Anies Baswedan Tetap Gelar Mudik Gratis Tahun Depan
Instagram/aniesbaswedan
Nasional

Sebelumnya, program mudik gratis yang dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai sorotan lantaran menghabiskan APBD hingga Rp 14 miliar.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum lama ini kembali menjadi sorotan usai menyelenggarakan program mudik gratis. Pasalnya, program itu disebut-sebut telah menghabiskan dana APBD sebesar Rp 14 miliar.

Meski demikian, Anies berjanji akan menggelar kembali mudik gratis tahun depan. Ia meminta agar masyarakat yang sudah merasakan program tersebut mau menceritakan pengalaman mereka dan mensosialisasikannya sehingga akan lebih banyak publik yang mendaftar.


"Pengalaman mudik yang kemarin, ibu bapak bisa ceritakan kepada yang lain," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Selatan, Rabu (12/6). "Insyaallah tahun depan kita akan teruskan. Kita berharap nantinya kita bisa perluas."

Program mudik yang dicanangkan oleh Anies tak hanya meliputi perjalanan dari Jakarta ke kampung halaman namun juga sebaliknya, dari kampung kembali ke Jakarta. Sayangnya, tidak semua peserta mudik mengetahui informasi ini.

"Memang yang kita kerjakan dengan menyiapkan kendaraan mudik ini dua arah," jelas Anies. "Untuk mudik ke kampung dan dari kampung kembali ke Jakarta. Banyak yang mengira hanya satu arah, padahal dua arah."

Lebih jauh, Anies meminta agar para peserta mudik bisa memberikan masukan sehingga pihak Pemprov bisa melakukan perbaikan untuk ke depannya. Sejauh ini, sudah ada peserta yang mengusulkan agar program tersebut juga menyediakan buka puasa dan juga kaos.

"Tadi sudah ada yang usul. Siapkan untuk buka puasa, nanti kita siapkan untuk buka puasa," tutur Anies. "Kemudian tadi ada yang usul minta kaos."

Selain program mudik gratis yang menuai sorotan, kebijakan lain dari Gubernur DKI yang juga tak luput dari kontroversi adalah terkait operasi yustisi. Anies menilai bahwa operasi yustisi tidak diperlukan bagi warga pendatang di Jakarta. Adapun alasan Anies memutuskan untuk tidak menggelar operasi ini adalah atas dasar kesetaraan.

"Ini udah bukan masanya lagi dan hampir pasti yang terkena operasi-operasi macam itu rakyat kecil," tegas Anies. "Yang datang dengan modal terbatas. Kita kebijakannya adalah kesetaraan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...