Komnas HAM Siap Gabung Jika Jokowi Bentuk TGPF Usut Kerusuhan 22 Mei
Nasional
Aksi Massa 22 Mei 2019

Sebelumnya, ide untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta ini sempat diusulkan oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon guna mencari tahu fakta di balik Aksi 22 Mei.

WowKeren - Komnas HAM menyatakan siap untuk bergabung dalam Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus kerusuhan 22 Mei. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan bahwa pada umumnya TGPF Independen dibentuk oleh presiden.

"Iya, Presiden kan kepala negara," kata Taufan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6). "Itu kita anggap sebagai perintah, tentu."


Meski demikian, Taufan menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berandai-andai soal TGPF itu. Saat ini, Komnas HAM sendiri sedang bekerja mengusut kasus kerusuhan 22 Mei dengan bantuan beberapa pihak. "Kami sudah bekerja dengan tim kami sendiri dibantu oleh beberapa senior ahli seperti Pak Makarim, Anita Wahid," tutur Taufan.

Tentu saja, untuk menyelidiki kasus tersebut Komnas HAM bekerja sama dengan Polri dan lembaga masyarakat lainnya. "Bahkan ada juga kesepakatan dengan AJI. Saya bilang diberikan resmi pengaduan itu agar kita bisa follow up," jelasnya.

Pembentukan TGPF ini sebelumnya pernah diusulkan oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Dengan adanya tim ini, informasi yang didapat tak hanya berdasarkan versi pemerintah saja namun terdiri dari banyak unsur untuk mengungkap fakta di balik kerusuhan Aksi 22.

"Jangan menjadi satu versi," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6). "Tentu kalau versinya versi pemerintah sangat bias harusnya dibentuk satu TGPF yang tadi saya katakan, terdiri dari semua unsur kemudian menyelidiki."

Jika memang benar-benar dibentuk, tim ini diharapkan bisa mengedepankan independensinya sehingga bisa mengungkap kasus secara keseluruhan tanpa adanya bias. Lebih jauh, dalang kerusuhan Aksi 22 Mei juga bukan tidak mungkin akan terbongkar.

"Sehingga ada independensi dari tim ini untuk membongkar apa yang sesungguhnya terjadi dan kenapa sampai timbul korban jiwa," tutur Fadli. "Kemudian mungkin bisa dipelajari tentang siapa yang melakukan dan seterusnya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...