Di Balik Sidang Pilpres 2019, Ada Berkah untuk Penjual Kuliner Jengkol di Gedung MK
SerbaSerbi
Sidang Sengketa Pilpres 2019

Selain itu, Ayu bersyukur pendapatannya bertambah. Jika hari biasa saat tidak ada sidang, Ayu meraup uang dari dagangan berkisar puluhan ribu rupiah. 'Biasanya Rp 67 ribu paling kecil,' ucap Ayu.

WowKeren - Sidang sengketa Pilpres 2019 telah berakhir pada Jumat (21/6) kemarin. Sidang tersebut telah berlangsung sejak Senin (17/6) lalu. Sidang berlangsung selama 5 hari berturut-turut. Sementara sidang putusan dilakukan pada 28 Juni mendatang.

Adanya sidang tersebut rupanya membawa berkah bagi pedagang di Gedung Mahkamah Konstitusi. Salah satunya adalah Sri Rahayu, penjual makanan di Kantin Keadilan yang berada di lantai dasar gedung MK, Jakarta Pusat.


Dilansir dari Tribunnews, wanita yang akrab disapa Ayu tersebut terlihat sibuk mengantar makanan ke meja konsumen. Tampak duduk sejumlah aparat kepolisian berseragam hitam yang tengah istirahat untuk makan siang.

Ayu telah dua tahun berjualan di Kantin Keadilan. Menurutnya, belakangan ini adalah hari yang tersibuk. Hal tersebut lantaran adanya sidang gugatan Pilpres 2019.

"Naiknya, bisa tiga kali lipat," kata perempuan yang tinggal di Bogor tersebut, mengisahkan jumlah pendapatan yang bertambah, karena adanya sidang gugatan hasil Pilpres.

Menu jualan Ayu cukup beragam, yakni Sop Ayam, Sop Daging, dan makanan khas Sunda. "Khas-nya di sini jengkol. Paling laku. Justru orang ke sini nyari jengkol. Karena bumbunya turun temurun dari nenek saya," tutur Ayu.

Selain itu, Ayu bersyukur pendapatannya bertambah. Jika hari biasa saat tidak ada sidang, Ayu meraup uang dari dagangan berkisar puluhan ribu rupiah. "Biasanya Rp 67 ribu paling kecil," ucap Ayu.

Namun, selama sidang sengketa Pilpres 2019, pendapatannya bertambah. Bahkan, bisa mencapai ratusan ribu per hari. "Bisa Rp 500 ribu, bisa Rp 1 juta," lanjutnya.

Ayu menyebut bahwa dirinya kerap membawa barang dagangan dari Jakarta ke Bogor jika tidak laris semua. Ia juga terpaksa menjual rumah barang dagangannya di Stasiun Angke. Meski dijual rugi, ia terpaksa melakukan itu agar tidak membawanya pulang kembali.

"Supaya pulang tidak berat," jawab Ayu. "Kalau sekarang Alhamdulillah."

You can share this post!

Related Posts
Loading...