Asosiasi Pengusaha Ritel Angkat Bicara Perihal Giant Tutup Sejumlah Gerai
Nasional

PT HERO Supermarket memutuskan untuk menutup sejumlah gerai Giant yang beroperasi di wilayah Jabodetabek. Hal itu akan dilakukan pada 28 Juli mendatang.

WowKeren - Salah satu bisnis ritel di Indonesia, PT HERO Supermarket Tbk harus menutup sejumlah gerainya bulan depan. Salah seorang karyawan menyebutkan bahwa beberapa karyawan ditawari untuk pensiun dini.

"Tutup per 28 Juli," ungkap salah satu karyawan Giant Wisma Asri yang tak ingin disebut namanya, dilansir CNBC Indonesia pada Senin (24/6). "Karyawan ada beberapa yang sebelumnya ditawarkan pensiun dini, yang PHK juga ditawarkan pesangon jumlahnya sesuai masa kerja."


Terkait hal ini, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) ikut angkat bicara. Wakil Ketua Aprindo Tutum Rahanta mengatakan bahwa langkah tersebut kurang tepat jika disebut penutupan. Namun, hal itu lebih ke bagaimana perusahaan melakukan efisiensi secara operasional. Oleh sebab itu, penutupan sejumlah gerai Giant tak bisa disamakan dengan kondisi yang bangkrut.

"Mereka enggak tutup, mereka hanya efisiensi," kata Tutum dilansir dari SindoNews, Senin (24/6). "Kalau bangkrut atau tutup kan semua toko ditutup di Indonesia, enggak hanya di Jakarta. Ini kan hanya beberapa toko di Jakarta."

Seperti diketahui, sejumlah gerai swalayan Giant yang ada di wilayah Jabodetabek terpaksa tutup, yaitu Giant Ekspres Cinere Mall, Giant Ekspres Mampang, Giant Ekspres Pondok Timur, Giant Ekstra Jatimakmur, Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur, Giant Ekstra Wisma Asri dan Giant Sentul. Menurut Tutum, gerai-gerai yang terpaksa ditutup tersebut tidak begitu memberikan keuntungan yang signifikan.

Jika kondisi ini diteruskan justru akan merugikan pada pembiayaan secara operasional. "Yang ditutup itu karena operasional yang enggak banyak dapat keuntungan," jelas Tutum.

Selain itu, ada faktor lain yang memaksa PT HERO untuk menutup gerai-gerainya. Misalnya seperti mulai banyak munculnya pemain baru dalam bisnis ini. Tentu saja, hal ini membuat persaingan semakin sengit. Oleh sebab itu, penutupan gerai Giant dinilainya sebagai hal yang lumrah.

"Banyak pemain baru, dan industri ritel sekarang punya konsep baru dan strategi yang baru," ujar Tutum. "Jadi mungkin karena itu Giant menutup tokonya, biar bisa bersaing dan menyusun langkah bisnis selanjutnya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...