Sama-Sama Novel Pramoedya, Film 'Perburuan' Adipati Dolken Tayang Bareng 'Bumi Manusia'?
Instagram/adipati
Film

Tak hanya itu, film 'Perburuan' dan 'Bumi Manusia' yang dibintangi Iqbaal Ramadhan sama-sama berada di bawah naungan Falcon Pictures. Namun, sutradara kedua film tersebut berbeda.

WowKeren - Falcon Pictures belum lama ini membagikan poster film "Bumi Manusia" dan merilis jadwal tayangnya yakni 15 Agustus 2019. Tak berselang lama, rumah produksi yang juga menaungi film "Teman Tapi Menikah" tersebut mengumumkan akan segera merilis poster "Perburuan" pada Rabu (26/6) esok hari.

Dalam pengumuman yang tertera di akun Instagram @falconpictures_, tampak sosok Adipati mengenakan seragam mirip milik Tentara Pembela Tanah Air (PETA) berwarna hijau. Seperti diketahui, film "Perburuan" merupakan adaptasi dari novel karya Pramoedya Ananta Toer dan Adipati telah diumumkan yang memerankan Raden Hardo dalam kisah tersebut.


Perilisan poster film "Perburuan" dan "Bumi Manusia" yang berdekatan, terlebih sama-sama diangkat dari novel karya Pramoedya, tentu mengejutkan banyak penggemar. Apalagi mengingat hubungan Adipati dan Iqbaal Ramadhan yang berperan sebagai Minke dalam "Bumi Manusia" digosipkan tidak baik.

Tak sampai di situ saja, film "Bumi Manusia" dan "Perburuan" rupanya akan dirilis pada waktu yang bersamaan yakni 15 Agustus 2019 meski disutradarai orang berbeda. "Perburuan" diarahkan Richard Oh, sedangkan "Bumi Manusia" digarap Hanung Bramantyo. Kabar tanggal perilisan kedua film tersebut diungkapkan oleh Frederica selaku produser Falcon Pictures belum lama ini.

"Rencananya akan tayang bersamaan (film 'Bumi Manusia' dan Perburuan')," ujar Frederica dilansir CNNIndonesia. "Selebrasi untuk sebuah perjalanan Pramoedya Ananta Toer itu jatuhnya di bulan Agustus dan ini juga untuk merayakan kemerdekaan."

Kendati demikian, Falcon Pictures tak khawatir jika salah satu film akan lebih mendominasi. Menurut Frederica, berbarengannya perilisan "Perburuan" dan "Bumi Manusia" dimaksudkan untuk merayakan dirilisnya film dari karya Pramoedya setelah sempat dilarang di masa lalu. Terlebih kedua film tersebut disebutnya memiliki genre yang berbeda.

"Enggak lah, ini saling melengkapi karena secara genre berbeda, yang satunya drama, yang satunya apa. Dan ini niatnya mau merayakan bulannya Pram," tutup Frederica. " Dari keluarganya pun mengatakan ini sebuah pengakuan. Bayangkan dari sekian puluh tahun, orang mau produksi enggak pernah jadi. Sampai akhirnya hari ini kami bisa rilis poster."

You can share this post!

Related Posts
Loading...