Galih Ginanjar Sempat Penuhi Ajakan Tabayun Sonny Septian Untuk Minta Maaf
Instagram/galihginanjar
Selebriti

Galih Ginanjar mengungkapkan bahwa dirinya sudah pernah bertemu dengan Sonny Septian untuk memenuhi ajakan tabayun sekaligus meminta maaf terkait kasus yang dilaporkan oleh Fairuz A. Rafiq.

WowKeren - Melihat permasalahan yang dihadapi oleh Fairuz A. Rafiq, membuat suaminya Sonny Septian tak tinggal diam. Sebelum dilaporkannya Galih Ginanjar ke kantor polisi terkait Vlog “Ikan Asin”, Sonny sempat mengajak Galih untuk bertemu dan membicarakannya dengan baik-baik.

"Karena Sonny minta tabayun dan Galih sudah mengirimkan surat ke alamat rumah sana, langsung DM ke Sonny Septian,” ujar Barbie Kumalasari saat di acara “Rumpi”. “Jadi Sabtu kemarin mereka ketemu. So, dia (Galih) gentle banget ketemu."


Galih membenarkan ungkapan istrinya tersebut. Kemudian ia menuturkan bahwa Sonny meminta kepada dirinya untuk tidak lagi membawa-bawa nama istrinya lagi dihadapan media.

"Di situ ya Sonny cuma bilang jangan bawa-bawa Fairuz atau sebut-sebut Fairuz ya gitu saja,” tutur galih. “Saya bilang adanya tabayun itu diskusi untuk adanya islah, win-win solution-nya apa. Saya coba menawarkan."

Selain itu, Galih juga mengaku tak masalah untuk meminta maaf kepada pihak Fairuz. Dirinya juga tak merasa keberatan apabila permintaan maafnya tersebut harus diliput oleh media.

"Dia (Sonny) bilang kita sebagai orang yang dizolimi, 'Lo ada minta maaf nggak?',” cerita Galih. “Saya bilang, 'oke nggak ada masalah minta maaf. Mau minta maaf secara berempat, tanpa media, mau pakai media ataupun nggak masalah'."

Di sisi lain, kuasa hukum Galih, Acong Latif malah mengungkapkan bahwa permintaan maaf yang dilakukan oleh kliennya tersebut bukan berarti menunjukkan bahwa Galih bersalah. Melainkan hanya sebuah iktikad baik agar tidak lagi terjadi perseteruan.

"Bukan salah. Gini, minta maaf itu adalah iktikad baik karena ini sudah jadi perbincangan,” tukas Acong. “Salah benarnya, salah benarnya penafsiran itu yang di sana. Ini kan permasalahan hukum, kalau tafsiran saya pribadi jangan-jangan unsurnya ini tak masuk kalau naik hukum sehingga unsurnya dipaksakan. Sehingga dia menggiringlah seolah-olah ini masalah perempuan sehingga mereka punya kekuatan."

You can share this post!

Related Posts