Maluku Utara Diguncang Gempa 7,2 SR dan 52 Kali Susulan, 1 Orang Tewas Tertimpa Reruntuhan
Nasional

Wilayah Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, diguncang gempa dengan magnitudo 7,2 skala richter (SR) pada Minggu (14/7) sekitar pukul 18.10 WIT.

WowKeren - Gempa dengan magnitudo 7,2 SR mengguncang wilayah Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, pada Minggu (14/7) pukul 18.10 WIT. Gempa tersebut membuat ribuan warga ketakutan dan terpaksa mengungsi.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, Sudarto, gempa tersebut terasa sangat kuat dan membuat para warga menyelamatkan diri dari rumah mereka masing-masing. "Gempanya sangat kuat sekali dan bikin semua warga di sini panik,” ujar Sudarto dilansir Kompas pada Senin (15/7).


Ribuan warga akhirnya memilih untuk mengungsi ke sejumlah lokasi aman di Labuha. Di antaranya adalah Masjid Raya Halmahera Selatan, rumah dinas Bupati Halmahera Selatan, aula kantor Bupati, dan sejumlah lokasi lain.

Gempa kali ini juga memakan seorang korban jiwa. Seorang warga di Desa Gane Luar dilaporkan tewas tertimpa reruntuhan.

"Dilaporkan sementara ada korban jiwa satu orang di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan (Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara)," terang Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Selatan, Helmi Surya Botutihe, dilansir detikcom. "Terkena reruntuhan rumah."

Korban jiwa tersebut juga dikabarkan oleh BNPB Indonesia melalui akun Twitter resminya. Menurut BNPB Indonesia, korban tewas itu bernama Aisyah.

BNPB Indonesia

Twitter

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan telah terjadi 52 kali gempa susulan (aftershock). 28 di antaranya dapat dirasakan oleh masyarakat. Namun, BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut tak berpotensi tsunami.

"Berdasarkan hasil pemantauan sampai 15 Juli 2019 pukul 01.00 WIB, aktivitas gempa susulan itu terjadi dengan magnitudo terbesar 5,8 SR," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dilansir CNN Indonesia pada Senin (15/7). "Dan magnitudo terkecil 3,1 SR."

Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa bumi tersebut dipicu oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar mendatar. Guncangannya dilaporkan terasa di daerah Obi V MMI, Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow II MMI.

Akibat gempa bumi tersebut, terjadi kerusakan di sejumlah daerah. Antara lain di Kecamatan Gane Barat Utara, Timur Selatan, Gane Timur Tengah, Gane Dalam, Gane Barat Selatan, Gane Timur, Halmahera Selatan. Sedikitnya, ada 160 bangunan rumah yang roboh.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts