Relawan Minta Prabowo Tanggung Jawab Atas Kematian Sejumlah Korban Aksi 22 Mei
Instagram/prabowo
Nasional

Sejumlah relawan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen Prabowo-Sandi menuntut pertanggungjawaban Prabowo terkait kerusuhan 22 Mei lalu.

WowKeren - Sejumlah relawan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tergabung dalam Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen Prabowo-Sandi menuntut pertanggungjawaban Prabowo terkait aksi kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei lalu. Mereka meminta agar mantan Danjen Kopassus itu bertanggung jawab terhadap kematian 9 orang terkait Aksi 22 Mei dan sejumlah korban yang masih hilang hingga sekarang.

"Prabowo harus bertanggung jawab atas sembilan orang yang telah meninggal dunia di aksi 21-23 Mei 2019," tulis Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen Prabowo-Sandi dalam salah satu poin tuntutannya seperti dilansir dari CNN Indonesia, Senin (15/7). "Dan masih banyak lagi yang masih hilang hingga saat ini."


Mereka rencananya akan menggelar aksi di kediaman Prabowo yang ada Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun karena alasan izin yang tak kunjung dikeluarkan oleh pihak kepolisian, aksi tersebut terpaksa harus diundur hingga 3 hari ke depan. "Harusnya memang hari ini, kami tunda hingga tiga hari ke depan untuk meminta izin ke pihak kepolisian," kata Ketua Koordinator Jaringan Pemuda Penyelamat Konstituen Prabowo-Sandi Fhais masih dilansir dari CNN Indonesia.

Fhais berharap agar Prabowo segera mengetahui tuntutannya tersebut. Menurutnya, tak sedikit para pendukung yang kecewa dengan Prabowo karena telah menggelar pertemuan langsung dengan Presiden RI Joko Widodo pekan lalu.

Seperti diketahui, keduanya akhirnya bertemu pertama kali usai Pilpres pada Sabtu (13/7) di Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta. Mereka menyebut pertemuan itu sebagai bentuk pengkhianatan Prabowo sehingga meminta agar mantan Capres 02 segera meminta maaf pada para pendukungnya.

Sementara itu terkait Aksi 22 Mei, Polri menyebut adanya keterlibatan oknum partai politik dalam aksi tersebut. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebut ada sejumlah kelompok yang diduga sebagai pelaku kerusuhan. "Ada delapan kelompok, itu masih akan terus didalami oleh penyidik," kata Dedi di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jumat (7/5).

You can share this post!

Related Posts
Loading...