Wacana Menristekdikti Mohamad Nasir 'mengimpor' rektor asing disebut mendapat respons positif dari Presiden Joko Widodo. Oleh karenanya Nasir pun percaya diri untuk merealisasikan wacana tersebut.
- Elvariza Opita
- Jumat, 02 Agustus 2019 - 14:45 WIB
WowKeren - Wacana pemerintah mendatangkan rektor dari luar negeri untuk memimpin perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi kontroversi. Namun, mengabaikan badai kritikan itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dikabarkan tetap akan merealisasikan wacananya.
Informasi ini pun dibenarkan oleh Nasir. Bahkan ia menarget rektor asing siap didatangkan tahun 2020 mendatang. Oleh karena itu, pihaknya saat ini tengah menyusun beberapa peraturan untuk menunjang pelaksanaan kebijakan itu. Pihak Kemenristekdikti pun masih memetakan PTN mana yang bisa mulai mempekerjakan rektor asing pada tahun depan.
"Kalau tahun ini enggak bisa (mendatangkan rektor asing), saya targetnya di tahun 2020," jelas Nasir di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta Pusat, Jumat (2/8). "Target 2020, kita (sekarang) perbaiki (aturan), 2019 harus selesai."
Lebih lanjut, Nasir mengaku tak ingin mempermasalahkan pro dan kontra yang terus mengiringi wacananya ini. Bahkan ketidaksetujuan DPR RI atas rencana mempekerjakan rektor asing ini pun bukan masalah dalam sudut pandangnya.
"(Di DPR) ya kita bicarakan, pro-kontra hal biasa. Yang penting kontra jangan terlalu membenci, itu saja. Kalau kontra ajak bicara," terangnya, dilansir dari laman CNN Indonesia. "Berilah kesempatan pemerintah untuk mengerjakan ini. Jangan sampai kontra, benci, semua tutup. Itu tidak kooperatif."
Yang terpenting, menurut Nasir, rencana itu harus bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Sebab ia masih berpendapat mendatangkan rektor asing merupakan langkah terbaik untuk memperbaiki kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
"Saya yakin ini jalan keluar terbaik untuk negara, untuk tingkatkan kualitas negara," ujarnya. "Saya cuma kepingin Indonesia ada perguruan tinggi 200 dunia."
Nasir juga menegaskan, mempekerjakan rektor asing seperti perusahaan lain mengundang tenaga kerja asing. Menurutnya itu hal yang wajar. Lagipula, rektor dan pengajar asing juga sudah dipekerjakan di sejumlah universitas besar.
Mendatangkan rektor asing juga diharapkan dapat memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Tanah Air. Pasalnya kedatangan tenaga kerja asing akan membuat daya saing ikut meningkat.
"Rektor dari asing, dosen dari asing, itu di semua negara hal biasa, bukan hal yang aneh," katanya. "Dan ini dalam rangka meningkatkan kualitas SDM kita harus lakukan supaya ada kompetisi, daya saing."
(wk/elva)