Ijtima Ulama IV Digelar Hari Ini, Bahas Kekalahan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019
Nasional

Panitia steering commitee Ijtima Ulama IV, Bernard Abdul Jabbar, menjelaskan bahwa Ijtima Ulama kali ini akan membahas arah politik umat ke depannya pasca Pilpres 2019.

WowKeren - Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional kembali digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama pada hari ini (5/8). Agenda ini diselenggarakan di Hotel Lor Inn Sentul, Bogor.

Ijtima Ulama IV ini masih akan dihadiri oleh beberapa ormas Islam pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019, seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni 212. Salah satu topik bahasan dalam Ijtima Ulama IV adalah menentukan sikap mereka pasca Joko Widodo-Ma'ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024.

"Agenda di semua bidang dakwah, hukum, politik, ekonomi dan kemanusiaan," ungkap Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin, dilansir CNN Indonesia, Minggu (4/8). "Dan untuk masalah politik mungkin saja dibahas tergantung peserta sidang mengajukan permasalahan politik (merapatnya) 02 terhadap 01."

Hal senada juga diungkapkan oleh panitia steering commitee Ijtima Ulama IV, Bernard Abdul Jabbar. Menurut Bernard, Ijtima Ulama kali ini akan membahas arah politik umat ke depannya.

"Ijtima kali ini, kami akan bahas sesuai tema, bagaimana arah perjuangan umat ke depan," tutur Bernard di lokasi acara pada Senin (5/8). "Insya Allah akan dibahas pula apa-apa saja yang akan dilakukan para ulama dan umat untuk laksanakan kegiatan setelah Pilpres."


Meski akan membahas hasil Pilpres 2019, Bernard mengaku Ijtima Ulama IV belum akan membahas arah politik di Pilpres 2024. "Enggak ada kaitannya Pemilu (2024), walaupun yang kami bahas adalah situasi politik hari ini," terang Bernard.

Nantinya, para Ulama dan tokoh masyarakat akan bermusyawarah di Ijtima Ulama IV. Hasil Ijtima Ulama IV ini akan diumumkan kepada publik nanti sore.

"Nanti akan dimusyawarahkan hari ini," tutur Bernard. "Tapi setelah hasilnya apa, itu makanya kami bersama Ulama, kami ikut Ulama, kami ikuti apa yang dikatakan Ulama."

Diketahui, Ijtima Ulama pertama kali digelar pada 27-29 Juli 2018 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta. Kala itu, sejumlah ormas Islam merekomendasikan Prabowo sebagai calon Presiden tunggal.

Sementara itu, Ijtima Ulama II kembali digelar pada 16 September 2018. Mereka membahas Prabowo yang tak menggubris usulan Capres mereka dan malah memilih maju bersama Sandiaga. Para ormas akhirnya setuju mengusung Prabowo-Sandi asal dengan syarat 17 poin pakta integritas. Salah satunya adalah pemulangan Habib Rizieq dari Arab Saudi.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait