Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh melihat Habib Rizieq di tengah kerumunan pelayat Mbah Moen. Namun, pentolan FPI tersebut justru berada di lubang makam yang salah.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 08 Agustus 2019 - 08:54 WIB
WowKeren - Jenazah KH Maimun Zubair diketahui telah dikebumikan di Pemakaman Umum Jannatul Ma'la, Mekkah, pada Selasa (6/8) sore. Dalam pemakaman tersebut, Imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, juga turut hadir.
Di media sosial lantas beredar kabar bahwa Habib Rizieq lah yang memimpin doa pemakaman. Namun hal tersebut disanggah oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.
Agus Maftuh pun mengungkap bahwa Habib Rizieq melakukan penyerobotan doa. Kala pemakaman Mbah Moen, para pelayat memang saling berebut untuk menyentuh jenazah sang Kiai.
Di tengah kerumunan pelayat itu, Agus Maftuh juga melihat Habib Rizieq. Namun, pentolan FPI tersebut justru berada di lubang makam yang salah.
"Saya lihat MRS (Muhammad Rizieq Shihab) memang hadir sejak awal dan berkerumun di lubang yang salah," ujar Agus Maftuh dilansir detikcom, Rabu (7/8). "Saya tahu nomor lubang karena yang mengurus di Provinsi Mekah adalah tokoh NU Saudi yaitu, KH Dr Fahmi, Dr Fahmi lah yang menemui pejabat provinsi Mekah dan dipastikan Mbah Moen dimakamkan di posisi yang sangat strategis di kompleks Ma'la."
Agus Maftuh lantas menggotong langsung jenazah Mbah Moen bersama KH Syarif Rahmat. Namun, kala jenazah hendak diturunkan ke liang lahat, banyak pelayat yang berebut untuk menyentuh keranda. "Saya terlempar ke arah kiri dan Kiai Syarif terlempar ke kanan. Terjadi saling rebut jenazah sebelum dimasukkan ke liang pemakaman," jelasnya
Setelah proses pemakaman Mbah Moen selesai, terdengar seseorang membacakan talkin. Habib Rizieq pun langsung membacakan doa dengan suara keras.
"Selanjutnya tanpa aba-aba, Habib MRS membacakan doa dengan suara keras di tengah kerumunan jemaah," tutur Agus Maftuh. "Setelah itu baru saya bisa masuk ke kerumunan bersama Bapak Menteri Agama dan kemudian kita berdoa bersama-sama untuk Mbah Moen dan Pak Menag berpesan kepada kita untuk selalu meneladani Mbah Moen."
Agus Maftuh pun menyayangkan aksi Habib Rizieq tersebut dan menyebut tindakannya sangat tidak etis. Agus Maftuh sendiri sebenarnya tidak mempersoalkan ada orang berdoa di makam Mbah Moen, namun ada budaya di NU yang harus dihormati semua pihak.
"Ini yang saya sebut sebagai 'ketidak-etisan'. Meski saya muda saya ini jadi Bapak seluruh WNI yang ada di Arab Saudi dan saya sebagai shohibul bait (yang punya hajat). Saya heran ada orang tanpa koordinasi dengan shohibul bait memposisikan diri sebagai pembaca doa," pungkas Agus Maftuh. "Dalam tradisi NU, ulama kalau disuruh berdoa masih memakai budaya ewuh-pekewuh, yang senior biasanya yang didorong untuk berdoa dan kiai-kiai yang junior mendampingi. Lha ini kok ada yang main serobot doa tanpa izin shahibul bait yang punya tanggungjawab mulai proses perizinan sampai pemakaman seorang yang sangat dihormati oleh Umat Islam di Indonesia khususnya Nahdlatul Ulama. Ini tak etis dan tidak dikenal dalam tradisi pesantren."
(wk/Bert)