Joaquin Phoenix Akui Kesulitan Tertawa Demi Film 'Joker'
Warner Bros. Pictures
Film

Merasa cukup kesulitan menirukan tawa Joker, Joaquin Phoenix sampai melihat referensi dari sejumlah video yang menampilkan orang-orang penderita tawa patologis.

WowKeren - Memerankan karakter seorang psikopat seperti Joker tentunya bukanlah suatu hal yang mudah. Tak terkecuali untuk aktor kondang sekaliber Joaquin Phoenix. Bahkan belum lama ini, aktor tampan ini mengaku cukup kesulitan memerankan sejumlah aspek dalam diri Joker.

Hal ini terungkap dalam sesi wawancara Joaquin dengan media asal Italia, Il Venerdì di Repubblica. Menyertai poster baru film "Joker" yang baru saja dirilis oleh Il Venerdì di Repubblica, aktor kawakan ini tak segan berbicara tentang beragam persiapannya untuk memerankan karakter Joker.


Joaquin mengaku bahwa hal pertama yang dipelajarinya adalah tawa ikonik si badut psikopat yang menjadi villain paling legendaris itu. "Aku mulai dari sini (tawa)," tuturnya.

Joaquin bahkan mengaku cukup kesulitan menirukan tawa Joker, hingga ia melihat referensi dari sejumlah video yang menampilkan penderita tawa patologis. "Aku melihat video yang menunjukkan orang yang menderita tawa patologis, disfungsi psikis yang membuat tidak terkendali," lanjutnya.

Dalam poster baru yang dirilis ini, Joaquin Phoenix sendiri memang tampil dengan dandanan khas Joker yang cukup mengerikan. Tentunya, poster ini tampak benar-benar mewakili genre dan tone yang akan diusung dalam film "Joker" nantinya.

Sang aktor juga mengatakan bahwa film itu tidak akan menjadi film yang normal. Film ini akan menjadi lebih banyak tentang elemen manusia dari penjahat dan telah digambarkan sebagai kisah yang penuh kejutan.

Di sisi lain, "Joker" sendiri memang menjadi salah satu proyek terbaru Warner Bros yang sangat diantisipasi oleh para penggemar. Apalagi menilik bahwa proyek ini akan berada di luar lingkup DC Extended Universe (DCEU) dan menceritakan kisah orisinal si badut psikopat musuh Batman.

Sebelumnya, sutradara Todd Phillips mengatakan bahwa film "Joker" versi garapannya ini tidak akan mengikuti kisah apapun dari komiknya. Selain itu, "Joker" juga dipastikan akan mendapatkan rating R, yang diharapkan bakal menampilkan adegan-adegan perkelahian eksplisit maupun asal-usul "terciptanya" si badut psikopat Joker dari segi psikologis.

Terlepas dari hal tersebut, film solo ini akan benar-benar menampilkan tone yang sangat gelap dan serius. Selain itu, meskipun menjadi proyek terpisah dari DC Extended Universe, namun berbagai footage dari versi komiknya tetap ditampilkan dengan cukup jelas.

Film ini nantinya akan mengisahkan sosok Joker dengan latar tahun 1980-an, dan berfokus pada kisah orisinal Joker serta asal-usulnya. Tentunya, "Joker" memiliki cerita mandiri yang belum pernah muncul sebelumnya di layar lebar. Rencananya, "Joker" siap menyapa penggemar pada 4 Oktober mendatang.

You can share this post!

Related Posts
Loading...